Abu Anak Krakatau Buat Masker KN95 Langka, Harga Naik 10 Kali Lipat!

Harga masker KN95 melonjak hingga 10 kali lipat setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah/Foto : Ilustrasi Dok. Istimewa Harga masker KN95 melonjak hingga 10 kali lipat setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah/Foto : Ilustrasi Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Harga masker melonjak hingga 10 kali lipat setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Lonjakan permintaan membuat stok masker, khususnya jenis KN95 dan KF94, mulai sulit ditemukan di sejumlah toko.

Keluhan mengenai kenaikan harga masker juga ramai disampaikan masyarakat di media sosial. Salah satunya dialami Tamara (31), warga Depok, yang mengaku pesanan masker KN95 untuk orang dewasa dan anak-anak dibatalkan sepihak oleh penjual setelah ia melakukan checkout.

Tamara kemudian mengecek kembali toko yang sama dan menemukan harga masker mengalami kenaikan drastis.

“Masker yang saya checkout tadi malam jenisnya KN95 untuk dewasa dan untuk anak. Ya, harga tersebut dari toko yang sama kurang lebih naik menjadi 10x lipat. Semula harga satuan Rp1.650 setelah dicancel berubah menjadi Rp16.500/pcs,” kata Tamara, dikutip dari detikcom, Selasa (8/9).

Masker tersebut sengaja dibeli Tamara untuk melindungi keluarganya dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau setelah pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Meski menemukan harga yang melonjak, Tamara mengatakan masih mendapatkan masker dengan harga normal di tempat lain. “Saya memutuskan untuk membeli kembali dengan harga normal di toko berbeda dengan harga Rp17.000/1 pack (isi 10 pcs) dan masker cadangan di minimarket seharga Rp11.700/pack (isi 5),” ujarnya.

Menurut pengamatannya sejak pandemi Covid-19, masker KF94 dan KN95 dengan harga paling terjangkau biasanya berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp17.000 per pak. Namun, pada Minggu (6/9), ia menemukan sejumlah penjual di e-commerce dan apotek kecil menawarkan masker dengan harga Rp16.000 hingga Rp17.000 per lembar.

Keluhan serupa juga muncul dari warganet lain yang mengaku harga masker KF95 di keranjang belanja mereka meningkat hampir 100 persen. Di Threads, akun @taraawr menulis, “kak suami aku tadi muterin apotek-apotek sekitaran rumah, katanya masker KN95 udah abis dibeli semua per tadi malam. Sepertinya yang ‘pemain’ udah pada tau kalo hari ini akan panic buying.”

Akun @aydisaf juga mengkritik pedagang yang memanfaatkan tingginya permintaan. “gausah teriak-teriak pemerintah dzolim deh kalo rakyat yang jualan aja pada dzolim begini, padahal pabrik masker masih produksi dengan noml bahan baku normal yang ga normal tuh rakya kecil yang suka nyai kesempatan dalam kesempitan!”

Sementara itu, laporan media menunjukkan permintaan masker di sejumlah wilayah memang meningkat setelah abu vulkanik Anak Krakatau menyebar. Penjualan masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, bahkan dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat dalam dua hari, sementara stok N95 dan KN95 mulai menipis di sejumlah toko.