Jakarta, GPriority.co.id – Kualitas udara Jakarta pada Rabu (1/4) pagi secara resmi tercatat masuk kategori tidak sehat berdasarkan data pemantauan atmosfer dari laman IQAir yang memantau indeks kualitas udara (AQI) di wilayah DKI.
Data terbaru menunjukkan bahwa AQI Jakarta berada pada level yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia, dan individu dengan gangguan pernapasan.
Dilansir dari laporan ANTARA, menurut pantauan IQAir pada pukul 07.07 WIB, air quality index (AQI) Jakarta menempatkan kota tersebut di posisi kedua sebagai daerah dengan kualitas udara terburuk, dengan angka yang menunjukkan paparan partikel halus PM2.5 melebihi standar kesehatan yang direkomendasikan. Paparan partikel halus ini merupakan indikator utama dalam menentukan level kualitas udara buruk.
Dalam laporan terbaru, tingkat PM2.5 Jakarta mencapai angka yang jauh di atas batas aman menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga menyebabkan kualitas udara Jakarta tergolong buruk dan berpotensi mempengaruhi kesehatan publik.
Ada beberapa faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara Jakarta mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, kondisi meterologis seperti minimnya angin dan kurangnya hujan, hingga kurangnya ruang terbuka hijau. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan polusi udara Jakarta kerap menempati peringkat tinggi dalam daftar kota dengan udara terburuk, baik di tingkat regional maupun global.
Untuk menghadapi kondisi polusi udara Jakarta yang tidak sehat ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan upaya perlindungan diri dengan memakai masker saat berada di luar ruangan untuk mengurangi paparan polutan berbahaya.
Selain itu, individu dengan risiko tinggi seperti anak-anak, orang tua, individu yang memiliki gangguan paru atau jantung, dianjurkan untuk mengurangi aktivitas luar rumah atau menundanya sampai kualitas udara membaik.
Disarankan pula untuk menutup jendela rumah atau ruangan guna mengurangi masuknya udara luar yang tercemar dan menjaga sirkulasi udara dalam ruangan tetap bersih.
Imbauan serupa sudah sering dikeluarkan ketika kualitas udara Jakarta sempat masuk kategori tidak sehat di berbagai waktu sebelumnya, termasuk saat AQI Jakarta pagi berada di angka yang mengkhawatirkan.
