Waspadai Varian Mu

Baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa hingga saat ini ada 39 negara yang terkena Covid-19 varian baru bernama Mu.

Lantas apa sih varian Mu? Dilansir dari laman resmi Kemenkes, varian Mu adalah mutasi dari virus corona lainnya, yang mungkin memiliki konsentrasi berbeda dari varian lainnya. Menurut Kemenkes, varian ini lebih berbahaya dibandingkan dengan varian lainnya dikarenakan lebih kebal dari vaksinasi.

Tidak hanya itu, Mu menurut WHO kabarnya lebih mudah menyebar dibandingkan varian lainnya. Hal ini dikarenakan mutasi virus yang sangat cepat dibandingkan dengan delta dan Beta.

Mengingat virus ini sangat berbahaya, Pemerintah seperti diutarakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dalam arahannya pada Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), beberapa waktu lalu, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus COVID-19, termasuk dengan adanya varian baru virus Corona varian Mu.

Menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa pihaknya segera menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah varian Mu masuk ke Indonesia. Budi telah meminta jajarannya untuk melakukan konsolidasi internal dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, yakni Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, dan pihak terkait lainnya.

 “Sesuai arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo yang memerintahkan kepada kami untuk mencegah masuknya varian baru COVID-19 ke Indonesia, kami segera menyiapkan langkah-langkah untuk mengantispasinya,” ujar Menhub Budi, Selasa (07/09/2021).

Menhub mengatakan, untuk mencegah masuknya varian baru tersebut, salah satunya perlu dilakukan pengendalian transportasi di simpul-simpul transportasi yang melayani rute-rute internasional, yakni di bandara internasional maupun pelabuhan internasional.

“Kami segera menggelar pertemuan untuk berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti dengan Kemlu, KKP, Satgas Penanganan COVID-19, dan Ditjen Imigrasi, untuk menentukan langkah-langkah pengendalian yang diperlukan, dalam rangka mencegah masuknya varian baru COVID-19,” ujar Budi.

 Lebih lanjut Menhub Budi mengatakan, Kemenhub juga akan melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan penjagaan, serta meminta pendapat para ahli epidemiologi, dan mencari informasi tentang pengalaman negara lain. Selain itu, Kemenhub juga berkoordinasi dengan operator sarana dan prasarana transportasi agar tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya varian baru COVID-19.

 Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyampaikan varian ini belum terdeteksi di Indonesia. “Kita sudah melakukan genome sequencing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi varian Mu. Mudah-mudahan varian Mu ini akan abortif seperti juga varian Lambda beberapa waktu yang lalu di Peru,” ujar Dante, dalam Keterangan Pers mengenai Perkembangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Terkini, Senin (06/07/2021) malam.

Wamenkes pun mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Diungkapkannya, sejumlah negara mengalami lonjakan kasus COVID-19 meskipun cakupan vaksinasinya telah di atas 50 persen.

“Ini disebabkan karena abai protokol kesehatan, yang selama ini diabaikan karena merasa sudah dilakukan vaksinasi. Jadi vaksinasi bukan satu-satunya game changer, tetapi merupakan salah satu komponen yang penting untuk dilakukan, tetapi yang penting adalah protokol (kesehatan) masyarakat,” tutup Dante. (Hs.Foto.BPMI Setpres)


 

Related posts