Komdigi: Tak Ada Ruang Aman di Dunia Digital Selama Terkoneksi Internet

Wamenkomdigi, Nezar Patria/Foto Komdigi)

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengingatkan masyarakat bahwa tidak ada ruang yang benar-benar aman di dunia digital selama perangkat masih terhubung dengan jaringan lain.

Menurutnya, ancaman siber saat ini tidak hanya menyasar sistem besar, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan warga, mulai dari rekening, identitas, hingga perangkat pribadi yang digunakan sehari-hari.

“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” kata Nezar dalam keterangannya dikutip Senin (2/2).

Ia menilai, perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah pola serangan siber menjadi jauh lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi.

Nezar menjelaskan, kini muncul pola serangan baru seperti zero click attack, di mana korban tidak perlu lagi mengklik tautan berbahaya agar perangkatnya terinfeksi.

“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” ucapnya.

Ia mengutip data Boston Consulting Group (BCG) per Desember 2025 yang menunjukkan bahwa perkembangan serangan siber berlangsung lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem pertahanan.

“Ini sebabnya warga sering menjadi korban tanpa sadar,” tuturnya.

Menurut Nezar, ancaman siber saat ini juga menyasar sisi emosional masyarakat. Pemanfaatan AI dalam penipuan memungkinkan wajah dan suara seseorang dipalsukan secara meyakinkan.

“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” ungkap Nezar.

Ia juga menilai sistem perlindungan konvensional semakin rapuh. Perkembangan AI serta riset komputasi kuantum membuat penggunaan kata sandi yang selama ini diandalkan tidak lagi cukup aman.

Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pasca kuantum,” ujarnya.

Sebagai langkah perlindungan, Kemkomdigi mendorong penerapan pendekatan security by design, yakni keamanan yang dibangun sejak awal dalam pengembangan sistem, bukan setelah terjadi kebocoran atau serangan.

“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” tegasnya.

Melalui penguatan talenta dan arsitektur keamanan digital, Kemkomdigi menegaskan peran negara dalam melindungi masyarakat di ruang digital di tengah pesatnya perkembangan AI.

“Keamanan siber bukan hanya soal teknologi. Ini soal kebiasaan, kesadaran, dan kepemimpinan,” pungkas Nezar.