Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menyebabkan lonjakan harga daging ayam ras di pasar.
Menurut Budi, dengan adanya program MBG justru membuat produksi ayam lebih terukur karena ada kepastian permintaan sehingga harganya relatif stabil.
Budi menjelaskan, fluktuasi harga ayam sebelumnya lebih banyak dipengaruhi naik-turunnya permintaan pasar. Saat permintaan tidak menentu, produksi ikut menyesuaikan sehingga harga mudah bergejolak.
“Justru sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini (naik), ada kepastian. Justru produksi itu ngikutin ya, linear gitu, ngikutin permintaan sehingga harga malah cenderung stabil,” kata Budi di Jakarta, Rabu (18/2).
Ia menekankan masyarakat perlu melihat kondisi harga secara menyeluruh. Tidak ada lonjakan harga ayam secara tiba-tiba akibat program MBG.
Budi mengatakan bahwa dari diskusi dengan pelaku usaha, termasuk UMKM dan produsen ayam, kepastian permintaan dari MBG justru membantu mereka meningkatkan produksi secara konsisten.
Pemerintah juga memastikan pemantauan harga dan pasokan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Ramadan dan Idulfitri.
“Ini justru bagus, karena kami produksinya terus meningkat, dan pasti karena permintaan menjadi pasti. Kalau dulu, permintaan naik-turun kan tergantung pasar,” imbuhnya.
