Prabowo Ungkap Kebocoran Negaran Akibat Korupsi: Kita Harus Perangi!

Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi di seluruh tingkat pemerintahan.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang sangat besar. Namun, menurutnya pengelolaan yang tidak optimal serta praktik korupsi dapat menghambat pemanfaatan kekayaan tersebut bagi kepentingan rakyat.

“Untuk itu saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3).

Prabowo menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dengan pihak-pihak tertentu menjadi salah satu penyebab utama kebocoran keuangan negara.

Hal tersebut, kata Prabowo, berpotensi mengurangi kemampuan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, termasuk bencana dan krisis global.

“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ucap Presiden.

Disamping itu, Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat kemandirian nasional di berbagai sektor strategis. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk keluar dari berbagai tantangan global dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.

Presiden juga menyoroti pentingnya swasembada pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia.

Ia menyebut bahwa kemandirian pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah di tengah dinamika global saat ini.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras, di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” ungkapnya.

Selain pangan, Presiden juga menyinggung upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional, termasuk dalam sektor bahan bakar minyak (BBM).

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi,” lanjut Presiden.