Jakarta, Gpriority.co.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan pembekalan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) diharapkan mampu menjadi kekuatan penguat bagi Komponen Utama, Tentara Nasional Indonesia (TNI). Demikian disampaikan saat melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (29/4).
Dalam sambutan kepada peserta Latihan Sarana Militer (Latsarmil) Komcad tersebut, Menhan menekankan bahwa seluruh kementerian dan lembaga merupakan pilar strategis dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga ASN wajib memiliki mentalitas bela negara yang kuat.
Menhan menjelaskan, keterlibatan ASN dalam Komcad bukan hanya soal kesiapsiagaan militer, tetapi juga penguatan nila‑nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme di tengah birokrasi pemerintahan. Menurutnya, ASN yang terlatih sebagai Komcad akan menjadi “kekuatan sipil yang terinternalisasi wawasan kebangsaan dan daya juang ideologis”, sehingga mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI melalui kesadaran dan komitmen.
“ASN yang menjadi Komcad diharapkan tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi dan mampu menjaga netralitas, disiplin, serta profesionalisme di lingkungan kerja masing‑masing,” tegas Menhan.
Menhan menekankan bahwa pendidikan Komcad tidak ditujukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan: disiplin, kekompakan, semangat kebersamaan, dan pengabdian kepada negara melalui tugas keseharian. Nilai‑nilai tersebut, menurut Menhan, memerlukan proses panjang, komitmen tinggi, dan kesungguhan setiap peserta.
“Pelatihan Komcad adalah proses pembentukan karakter kebangsaan, bukan sekadar pembekalan fisik dan kedisiplinan semata. Di sini, setiap ASN harus merasakan bahwa dirinya adalah bagian integral dari sistem pertahanan semesta yang dilaksanakan TNI sebagai Komponen Utama,” lanjut Menhan.
Menhan juga mengapresiasi perkembangan yang ditunjukkan oleh para peserta sejak mengikuti pelatihan. Ia menilai terjadi perubahan positif yang signifikan terutama dalam aspek kedisiplinan, kekompakan, serta semangat kebersamaan yang terbentuk sebagai dampak dari latihan yang intensif di bawah binaan Korps Marinir.
Peningkatan kualitas karakter ini dinilai sangat penting, mengingat ASN merupakan elemen kunci dalam mendukung kinerja pemerintahan, pelayanan publik, dan stabilitas negara. ASN yang terlatih sebagai Komcad diharapkan bisa menjadi teladan di lingkungannya, sehingga nilai‑nilai bela negara meresap sampai ke akar birokrasi.
Menhan menekankan bahwa keberagaman latar belakang peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menjadi sebuah kekuatan tersendiri. Keberagaman ini, imbuhnya, mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, di mana pegawai dari berbagai latar belakang profesi dan daerah bersatu dalam satu tujuan: menjaga keutuhan NKRI.
“Kita tidak melihat lagi dari kementerian mana atau lembaga mana peserta berasal, tetapi sebagai satu bangsa yang siap mempertahankan negara ketika dibutuhkan. Inilah esensi dari Komcad,” kata Menhan.
Dalam pesannya, Menhan menegaskan pentingnya integritas dan tanggung jawab ASN sebagai abdi negara. Ia mengingatkan bahwa seluruh fasilitas, termasuk pelatihan ini, bersumber dari uang rakyat dan harus dijawab dengan pengabdian yang tulus, jujur, dan profesional. Setiap ASN, menurutnya, wajib menjadi teladan dalam menjaga aset negara, menghindari korupsi, dan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.
“Pelatihan Komcad ini adalah investasi negara terhadap kualitas diri ASN. Maka, yang harus dijawab bukan hanya dengan kedisiplinan selama latihan, tetapi dengan komitmen kuat untuk bekerja lebih baik dan bersih bagi rakyat,” pesan Menhan.
Menhan berharap, pada akhir pelatihan, para peserta mampu menunjukkan kualitas diri sebagai ASN Komcad yang disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di lingkungan kerja masing‑masing. Ia percaya bahwa ASN Komcad yang terbentuk dengan baik akan menjadi elemen penguat sistem pertahanan semesta, sekaligus penguat kualitas birokrasi pemerintahan.
Atas nama pemerintah, Menhan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Komando Marinir (Pangkormar) beserta seluruh staf dan pelatih yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan Latsarmil Komcad. Dedikasi dan profesionalisme mereka dinilai menjadi kunci keberhasilan program yang semakin menunjukkan kualitas tinggi dan menjadi kebanggaan bagi para ASN yang mengikutinya.
Sebagai informasi, sebanyak 280 peserta Komcad dari 16 kementerian dan lembaga tengah mengikuti pendidikan tersebut, di antaranya Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Koperasi, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Kehutanan. Dalam kunjungan kali ini Menhan sempat menyaksikan demonstrasi yang ditampilkan oleh para siswa Komcad, meliputi peragaan baris-berbaris (PBB) serta simulasi penanganan huru hara.
Foto : Kemhan
