PGRI DKI Jakarta Serahkan Bantuan Laptop ke Guru Korban Banjir di Aceh Tamiang

Aceh, Gpriority.co.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta berikan alat kerja kepada guru di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh yang menjadi korban banjir pada November 2025 lalu. Alat kerja yang diberikan tersebut berupa laptop sebanyak 40 unit.

Perwakilan PGRI DKI Jakarta, H. Ahmad Jazuli, menyebut bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian sesama pendidik.

PGRI DKI Jakarta, kata Ahmad Jazuli, memahami dampak banjir pada November 2025 lalu telah banyak merusak peralatan kerja guru di Aceh Tamiang.

Atas dasar itu, ia mengaku penting untuk memberikan bantuan dan dukungan terhadap pahlawan tanda jasa di kabupaten itu. Terlebih sama-sama pendidik.

“Semoga 40 unit laptop ini dapat menggantikan peralatan yang hilang atau rusak, serta membantu kelancaran proses pembelajaran kembali,” ujarnya.

Adapun rincian penerima bantuan laptop itu, yakni, tiga orang guru TK; 2 orang guru Madrasah Ibtidaiyah (Mi); 21 orang guru SD; 7 orang guru SMP; dan 7 orang guru SMA/SMK sederajat.

Penyerahan bantuan laptop dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, dan dihadiri langsung wakil Bupati, Ismail, Rabu, (17/6).

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail sangat mengapresiasi sikap PGRI DKI Jakarta atas kepeduliannya terhadap para guru di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Ismail, bantuan laptop yang diserahkan pada hari ini bukan sekadar alat elektronik, melainkan simbol harapan, empati, dan komitmen bersama agar proses belajar mengajar di sekolah tidak boleh terhenti karena bencana.

Wakil Bupati menilai peran guru berprestasi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana.

Mereka bukan sekadar pengajar, melainkan agen perubahan yang mampu mengembalikan stabilitas mental, sosial, dan mutu pendidikan di setiapsatuan pendidikan.

“Saya sangat memahami bahwa bencana ini sempat melumpuhkan berbagai fasilitas sekolah kita. Namun, bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekan PGRI ini membuktikan bahwa solidaritas antar sesama insan pendidikan adalah kekuatan terbesar kita agar pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ucap Ismail.

Lebih jauh, Ismail mengingatkan kepada para penerima manfaat agar dapat mempergunakan bantuan tersebut dalam mendukung tugas mulia mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Jangan jadikan bencana ini sebagai penghalang, melainkan sebagai batu loncatan untuk menjadi pendidik yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Ismail mengaku, pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berupaya mendukung pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

Reportase : Zulfitra

Foto : Zulfitra