Viral di Threads, Bahaya Air Galon Isi Ulang Rp5 Ribuan Berujung Cuci Darah

Ilustrasi air galon isi ulang/Foto : Dok. Murni Ilustrasi air galon isi ulang/Foto : Dok. Murni

Jakarta, GPriority.co.id – Unggahan akun Threads @limjays__ mengenai dugaan bahaya mengonsumsi air galon isi ulang murah menjadi sorotan warganet.
Dalam unggahan berjudul “10 Tahun Konsumsi Galon Isi Ulang Rp5 Ribuan, Pak RT Ini Berakhir Cuci Darah”, pemilik akun menceritakan kondisi seorang ketua RT yang disebut telah mengonsumsi air galon isi ulang seharga Rp5.000 selama satu dekade.

“Selama 10 tahun Pak RT minum galon isi ulang 5 ribuan. Sekarang beliau cuci darah 2x seminggu. Dokter cuma bilang: ‘Coba cek depot langganannya.’ Dan yang kami temukan bikin merinding,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu juga memuat cerita seorang mantan kurir galon bernama Mas Andi. Ia mengaku pernah menemukan sejumlah depot yang diduga tidak membersihkan bagian dalam galon secara memadai.

“Mas, dari 10 depot, 7 di antaranya gak pernah cuci dalem galon,” katanya.

Menurut cerita tersebut, sejumlah galon hanya dibersihkan pada bagian luar. Mas Andi bahkan mengaku pernah menemukan lumut hitam dan kerak ketika galon dibuka.

“Gak tega, Mas,” ujarnya saat menjelaskan alasan berhenti dari pekerjaannya.

Pemilik akun menilai persoalan tidak hanya terletak pada sumber air, tetapi juga kebersihan wadah serta proses pencucian galon. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa galon yang tidak dirawat berpotensi menjadi tempat munculnya lumut, bakteri, jamur, dan kerak.

Namun, hubungan langsung antara konsumsi air galon isi ulang tertentu dengan kondisi gagal ginjal hingga harus menjalani cuci darah belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan unggahan tersebut. Penyebab penyakit ginjal memerlukan pemeriksaan medis dan pengujian kualitas air secara laboratorium.

Meski demikian, pemerintah memang mengatur standar higiene sanitasi depot air minum. Kementerian Kesehatan menyebut depot harus memenuhi persyaratan kualitas air dan menjalankan proses pengolahan yang sesuai, termasuk penyaringan serta tahapan desinfeksi seperti penggunaan ozon atau sinar ultraviolet sesuai kebutuhan.

Masyarakat juga dapat memeriksa status Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) depot air minum melalui layanan resmi Kementerian Kesehatan. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa suatu usaha telah memenuhi persyaratan higiene sanitasi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Unggahan tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli air isi ulang. Konsumen disarankan memperhatikan kebersihan galon, kondisi tempat pengisian, serta memastikan depot memiliki izin dan menjalankan prosedur sanitasi dengan baik.

“Ngirit itu boleh, jangan sampai ngorbanin kesehatan,” tulis akun @limjays__.