Di Indonesia Dianggap Biasa, Belimbing Wuluh di Korea Tembus Rp900 Ribu per Kg!

Belimbing wuluh yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan di Indonesia mendadak menjadi perbincangan setelah diketahui dijual dengan harga fantastis di Korea Selatan/Foto : Dok. Mongabay Belimbing wuluh yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan di Indonesia mendadak menjadi perbincangan setelah diketahui dijual dengan harga fantastis di Korea Selatan/Foto : Dok. Mongabay

Jakarta, GPriority.co.id – Belimbing wuluh yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan di Indonesia mendadak menjadi perbincangan setelah diketahui dijual dengan harga fantastis di Korea Selatan. Buah bercita rasa asam ini dilaporkan dibanderol 7.800 won per 100 gram atau setara sekitar Rp850 ribu hingga Rp900 ribu per kilogram.

Informasi tersebut ramai dibicarakan setelah pengguna TikTok dengan akun @unangk19 membagikan percakapannya dengan seorang warga Korea Selatan melalui aplikasi HelloTalk. Perbedaan harga belimbing wuluh di kedua negara pun mengundang reaksi warganet.

Dalam percakapan tersebut, pengguna asal Indonesia mempertanyakan harga buah yang dianggap biasa ditemukan di pekarangan rumah di Tanah Air.

“Tunggu.. itu serius harganya 7.800 won/100 gram?” tulisnya dalam percakapan yang dikutip pada Jumat (9/10).

Warga Korea Selatan yang menjadi lawan bicaranya justru merespons dengan santai.

“Kenapa? Mahal ya buat kamu?” jawabnya.

Percakapan itu memperlihatkan perbedaan perspektif terhadap buah yang sama. Di Indonesia, belimbing wuluh kerap tumbuh di pekarangan dan buahnya bahkan dibiarkan jatuh ketika tidak dipanen. Di Korea Selatan, buah tersebut dapat memiliki nilai jual tinggi karena ketersediaan dan distribusinya berbeda.

Belimbing wuluh memiliki nama ilmiah Averrhoa bilimbi. Menurut Kew Science, tanaman ini berasal dari kawasan Malesia bagian tengah dan timur, termasuk Maluku dan Sulawesi. Tanaman tropis tersebut kini juga dibudidayakan di berbagai negara.

Di Indonesia, belimbing wuluh dapat ditemukan di berbagai daerah, terutama di wilayah beriklim tropis. Tanaman ini sering ditanam di pekarangan rumah, kebun, dan lingkungan permukiman karena relatif mudah tumbuh serta dapat berbuah sepanjang tahun.

Cara Budidaya dan Harga di Indonesia

Budidaya belimbing wuluh dapat dilakukan melalui biji maupun perbanyakan vegetatif, seperti cangkok. Tanaman membutuhkan sinar matahari, tanah yang cukup subur, dan ketersediaan air yang memadai. Pemangkasan serta pemupukan berkala dapat membantu menjaga pertumbuhan dan produktivitasnya.

Harga belimbing wuluh di Indonesia bervariasi menurut daerah, musim, dan tempat penjualan. Sebagai gambaran, salah satu penawaran di lokapasar mencantumkan harga Rp7.500 per 100 gram. Harga tersebut setara Rp75.000 per kilogram, tetapi bukan patokan harga nasional.

Manfaat Belimbing Wuluh

Selain memberikan rasa asam pada sayur asam, pindang, sambal, dan berbagai masakan tradisional, belimbing wuluh mengandung vitamin C serta senyawa antioksidan. Sejumlah penelitian juga mengkaji potensi senyawa tanaman ini untuk kesehatan, tetapi klaim pengobatan penyakit tertentu masih memerlukan bukti klinis yang memadai.

Perbedaan harga di Indonesia dan Korea Selatan menunjukkan bahwa buah yang dianggap biasa di satu negara bisa memiliki nilai ekonomi berbeda di negara lain. Belimbing wuluh pun berpotensi dimanfaatkan lebih optimal, baik untuk kebutuhan pangan maupun pengembangan produk olahan.