Bolehkah Wanita Itikaf Dirumah? Simak Penjelasan dan Tata Cara Lengkapnya!

Jakarta, GPriority.co.id – Itikaf artinya ‘berdiam’ di suatu tempat. Itikaf dilakukan pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Itikaf adalah ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk dilakukan, karena merupakan sarana pahala yang besar.

Adapun, tujuan dari Itikaf adalah sebagai berikut :

– Menjauhkan diri dari gangguan duniawi yang mengalihkan hati dari segala sesuatu, kecuali hanya Allah SWT.

– Menenggelamkan diri sepanjang waktu dalam beribadah, seperti menyerupai malaikat yang tidak mendurhakai perintah Allah, sambil mengagungkan-Nya siang dan malam tanpa lelah.

– Mendekatkan diri dengan Allah SWT, dan sebagai bentuk hubungan spiritual yang utuh dengan-Nya.Itikaf yang dilakukan dengan ikhlas merupakan salah satu amalan yang paling mulia, bahkan ketika kita tertidur pun kita dianggap dalam keadaan beribadah.

Ada 3 jenis Itikaf, diantaranya :

1. Wajib Itikaf

Wajib Itikaf adalah ketika Anda bernazar (bersumpah) kepada Allah SWT bahwa, jika keinginan anda terpenuhi, maka akan melakukan i’tikaf dalam beberapa hari. Minimumnya adalah satu hari penuh (dan satu malam), sambil melakukan puasa.

2. Sunah Itikaf

Hal ini merupakan amalan Nabi SAW, yaitu berdiam diri di dalam masjid bagi laki-laki dan di rumah bagi perempuan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

3. Nafl Itikaf

Ini adalah niat yang dapat Anda buat selama beberapa hari dan kapan saja. Anda dapat niat ketika memasuki masjid (bagi laki-laki) atau rumah (bagi wanita), dan akan berdiam diri atau tinggal sementara waktu di masjid.

Itikaf bagi laki-laki

Tata cara itikaf bagi laki-laki adalah dengan mengurung diri di dalam masjid dengan niat melakukan itikaf karena Allah. Tidak sah bagi laki-laki beri’tikaf di tempat lain selain masjid.

Itikaf bagi wanita

Dianjurkan bagi seorang wanita untuk melakukan itikaf di tempat tertentu di rumahnya, seperti ruangan yang tenang, kapan pun dia mampu melakukannya tanpa mengabaikan tugas keluarga dan tanggung jawab lainnya. Wanita yang sedang haid (menstruasi), menurut mazhab Hanafi, boleh duduk di tempat salat yang telah ditentukan di rumah, setelah berwudhu, dan berzikir selama waktu salat.

Sunnah itikaf tidak diwajibkan bagi wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier. Namun, jika seorang wanita mampu untuk mengatur ibadah ini, serta suaminya menyetujui, dia boleh melakukan itikaf selama 10 hari penuh.

Dua syarat penting agar Itikaf anda sah :

– Niatnya setiap kali memasuki masjid (laki-laki) atau tempat shalat (perempuan).

– Tidak berada dalam keadaan najis besar (yaitu segala sesuatu yang mengharuskan mandi).

Niat Itikaf

Niat melakukan itikaf sederhana saja, Anda hanya perlu menyebutkan keinginan Anda. Untuk sunah itikaf dapat diucapkan:

“Aku menunaikan i’tikaf sunah sepuluh hari untuk menyenangkan-Mu ya Allah. Oleh karena itu, terimalah itikafku dan ampunilah segala dosaku.”

Apa yang harus dilakukan selama Itikaf?

– Penuhi kebutuhan dasar Anda seperti makan, minum, dan berbicara, selain hubungan seksual.

– Lakukan sholat sunnah.

– Bacalah Al-Qur’an dengan terjemahannya dan sambil merenung.

– Ingatlah Allah SWT dalam segala wujudnya.

– Dapatkan ilmu yang bermanfaat.

– Dengarkan ceramah keagamaan yang inspiratif (oleh karena itu, alangkah bijaknya jika beri’tikaf di masjid bersama orang-orang ber-ilmu yang menjadi teman baik, dan dapat menginspirasi Anda menuju kebaikan).

– Beristirahatlah untuk bersantai bersama orang lain sebagai sarana agar bisa kembali menjalankan ibadah dengan penuh semangat dan ketaqwaan.

Foto : NU Online