3 Menteri Prabowo yang Tuai Kontroversi

3 Menteri Prabowo yang Tuai Kontroversi 3 Menteri Prabowo yang Tuai Kontroversi

Jakarta, GPriority.co.id – 3 menteri Prabowo telah menuai kontroversi, meski baru dilantik pada Senin (21/10).

3 menteri Prabowo tersebut langsung disorot publik hingga mendapat teguran keras.

Siapa sajakah sosok 3 menteri Prabowo yang tuai kontroversi tersebut?

1. Yusril Ihza Mahendra – Menko Kumham

Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menuai kontroversi usai memberikan pernyataan dalam beberapa dekade terakhir, tidak ada pelanggaran HAM berat di Indonesia.

Namun ketika ditanya mengenai peristiwa 1998, Yusril justru menjawab peristiwa tersebut bukanlah masuk kategori pelanggaran HAM berat.

Yusril menambahkan, peristiwa 1998 merupakan pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa kolonial atau di awal kemerdekaan tahun 1960-an.

Usai mendapat kritikan atas statementnya tersebut, Yusril pun langsung memberikan klarifikasi. Dirinya mengatakan ada miss komunikasi dengan wartawan yang melontarkan pertanyaan.

Kala ditanya, ia berpikir wartawan bertanya soal genosida dan ethnic cleansing yang keduanya tidak terjadi pada tahun 1998.

Yusril juga secara tegas mengatakan jika dirinya paham betul soal kategori pelanggaran HAM berat.

2. Yandri Susanto – Mendes-PDT

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT), Yandri Susanto, juga menuai kecaman usai membuat surat undangan dengan kop dan stempel resmi kementerian, untuk acara pribadi.

Tertera dalam undangan tersebut, acara yang dimaksud ialah Haul ke-2 almarhumah ibunya. Tindakannya tersebut dinilai melanggar etika dan birokrasi.

Yandri pun langsung mendapat teguran keras dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Usai ditegur dan menjadi viral, Yandri kemudian meminta maaf dan berterima kasih kepada Mahfud yang telah menegurnya. Ia pun berjanji tak akan melakukan kesalahan yang sama.

3. Natalius Pigai – Menteri HAM

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyebutkan jika kementeriannya mendapatkan anggaran hingga Rp64 miliar.

Namun, dirinya mengusulkan agar anggaran tersebut diubah, karena anggaran yang diharapkan senilai Rp20 triliun.

Pigai juga mengeluarkan pernyataan yang menyita perhatian publik.

“Saya 20 tahun ikut dengan presiden, 30 tahun saya kenal presiden, bagi saya tidak ada hubungan, kenapa presiden mau bikin Kementerian HAM? Berarti ada sesuatu besar yang mau dibikin,” ujar Pigai.

4. Giring Ganesha – Wakil Menteri Kebudayaan

Selain 3 menteri Prabowo tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, juga menuai kecaman publik usai postingannya dinilai terdapat kesalahan penulisan tanda baca dan penggunaan bahasa.

“Setelah pelantikan, saya langsung menyusul Pak Menteri @fadlizon ke kantor. Sesampainya di sana, kami langsung bersilaturahmi dengan beberapa jajaran staf yang menyambut dengan hangat,” tulis Giring Ganesha di akun Instagram @giring pada, Selasa, 22 Oktober 2024.

Meski sudah melakukan revisi, balasan Giring yang menggunakan campuran Bahasa Inggris tetap mendapat komentar. Warganet menyarankan agar Giring lebih konsisten menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi di media sosial.

Foto : Istimewa