Jakarta, GPriority.co.id – Israel mengecam Paus Fransiskus, usai kritik soal serangan di Gaza, Palestina.
Paus Fransiskus mengungkapkan kesedihan mendalam atas konflik yang terus berlangsung di Gaza, menyebut tindakan Israel sebagai kekejaman besar.
Dalam pernyataannya pada Minggu (22/12), Paus menyoroti penderitaan yang dialami warga Gaza, termasuk anak-anak yang menjadi korban senjata dan serangan terhadap sekolah serta rumah sakit.
“Dan dengan rasa sakit saya memikirkan Gaza, tentang begitu banyak kekejaman, tentang anak-anak yang ditembak dengan senapan mesin, tentang pengeboman sekolah dan rumah sakit. Betapa kejamnya,” ujar Paus Fransiskus.

Lebih lanjut, ia pun mendesak adanya gencatan senjata segera sebagai langkah penting untuk mengakhiri kekerasan, terutama selama Natal.
Namun, Israel menuduh Paus Fransiskus menerapkan “standar ganda” setelah ia mengecam serangan udara Israel di Gaza.
“Cukup dengan standar ganda dan diskriminasi terhadap negara Yahudi dan rakyatnya,” kata juru bicara kementerian luar negeri Israel.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato Natal tahunannya kepada para kardinal di kapel Casa Santa Marta, Vatikan, yang memicu reaksi keras dari pemerintah Israel.
“Kemarin anak-anak dibom. Ini kekejaman, ini bukan perang,” tegasnya.
Paus Fransiskus Terus Beri Dukungan Untuk Palestina
Badan penyelamat pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan 10 anggota keluarga pada hari Jumat lalu, di wilayah utara, termasuk tujuh anak-anak.
Militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah menyerang beberapa teroris yang beroperasi di sebuah bangunan militer milik organisasi teroris Hamas dan menimbulkan ancaman bagi pasukan IDF (angkatan darat) yang beroperasi di daerah tersebut.

Melihat kondisi ini, Paus Fransiskus konsisten terus menyerukan perdamaian sejak dimulainya perang Israel-Hamas, lebih dari 14 bulan lalu.
Sejak 2013, Vatikan telah mengakui Negara Palestina, yang menjalin hubungan diplomatik dengannya, dan mendukung solusi dua negara. Setidaknya 45.259 warga Palestina telah tewas dalam operasi militer balasan Israel di wilayah Palestina, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut data dari kementerian kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.
Foto : Reuters
