Jakarta, GPriority.co.id – Upaya penyelamatan hewan langka terus dilakukan oleh berbagai instansi di Indonesia.
Tak terkecuali dengan IPB, yang baru-baru ini dilaporkan sukses menggunakan teknologi bayi tabung untuk hewan langka.

Hal ini didorong dengan data bahwa hewan langka banyak yang terancam punah. Bahkan jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.
Fakta ini tentu menjadi hal yang mengkhawatirkan, karena bisa mengancam eksistensi hewan langka di Indonesia.
Berbagai langkah penyelamatan telah dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak terkait.
Seperti membuat konservasi, hingga upaya menghidupkan kembali hewan yang sudah punah melalui teknologi.
Cara Kerja Teknologi Bayi Tabung Untuk Hewan Langka
Belum lama ini, peneliti Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) di IPB, sukses menerapkan teknologi bayi tabung.
Langkah ini diambil untuk menyelamatkan satwa langka seperti Badak Sumatera, salah satunya.
Teknologi ini melibatkan pengumpulan sel telur dan sperma dari hewan, baik yang masih hidup maupun sudah mati.
Nantinya, sel telur dan sperma tersebut bisa menghasilkan embrio yang dapat disimpan dalam nitrogen cair dengan suhu -196 derajat celcius.
Adanya inovasi ini memungkinkan embrio untuk digunakan kapan saja saat ada resipien yang siap.
Hal ini juga memungkinkan hewan yang terancam punah seperti anoa dan harimau, untuk bisa diselamatkan.

Selain untuk satwa langka, teknologi yang dilakukan IPB ini juga bisa membantu hewan untuk produksi dengan metode ovum pick up (OPU).
Lewat teknologi OPU, memungkinkan pengambilan sel telur dapat dilakukan secara berulang tanpa menunggu hewan mati.
Melalui Direktorat Riset dan Inovasinya, IPB terus berkomitmen untuk mendukung konservasi dan penyelamatan hewan lewat teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung ini.
Inovasi tersebut menjadi kabar gembira bagi hewan-hewan yang terancam punah di Indonesia.
Foto : Ilustrasi/The Guardian
