Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, mengatakan jika gaji warga Indonesia bisa naik hingga Rp 40 juta per bulan.
Thomas menyatakan jika ekonomi Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar ke empat di dunia pada 2045 mendatang, dengan produk domestik bruto per kapita mencapai USD 30.300 atau setara Rp 40 juta per bulannya, seperti dilansir dari Antara pada Senin (24/2).
Adapun pernyataan tersebut senada dengan prediksi yang pernah disampaikan sebelumnya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Setelah pernyataan tersebut ramai, banyak yang menghujaninya dengan kritik, salah satunya dari Faizal Assegaf, yang menilai bahwa Thomas hanya mengulangi janji manis tanpa realisasi yang pasti. Faizal juga menyebut jika jargon Indonesia Emas 2045 merupakan omong kosong.
Faizal bahkan membandingkan pernyataan tersebut dengan kegagalan pemerintah dalam menyelesaikan masalah pagar laut. Lebih lanjut, kritik tersebut juga menyinggung tentang hubungan Thomas sebagai keponakan Presiden Prabowo, serta semakin memperkuat tudingan jika kebijakan pemerintah masih dipenuhi janji tanpa tindakan yang nyata.
Kemiskinan dan Pengangguran Menurun
Sebelumnya, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia pada 2024, mengalami penurunan yang signifikan.
Menurut data yang dilaporkan Sri Mulyani, tingkat kemiskinan dari 9,36 persen pada 2023 menjadi 9,03 persen pada 2024. Begitupun dengan kemiskinan ekstrem di Indonesia yang menurun dari 1,12 persen menjadi 0,83 persen.
Sementara tingkat pengangguran, menurun dari 5,32 persen menjadi 4,91 persen, dan tercipta 4,78 juta lapangan kerja baru. Diantaranya peningkatan pekerja formal sebesar 3,44 juta, yang menjadikan total pekerja formal mencapai 56,2 juta sepanjang 2024.
Sri Mulyani mengatakan, sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa menjadi kontributor utama pertumbuhan tenaga kerja ini.

Editor: Novita Intan
Foto : Dok. ANTARA
