Jakarta, GPriority.co.id – Setelah menyalurkan dana sebesar Rp6,65 triliun, kini Danantara ingin petinggi Garuda Indonesia dari WNA (Warga Negara Asing).
Sebelumnya, penyaluran dana dari Danantara tersebut bertujuan untuk perawatan, perbaikan, dan perombakan (MRO) Garuda Indonesia dan anak perusahaannya memiliki tarif lebih rendah, Citilink.
Saat ini, Garuda Indonesia (GIAA) siap merombak jajaran direksi. Mereka menunjuk direktur berkewarganegaraan asing demi memperkuat restrukturisasi dan profesionalisme perusahaan maskapai penerbangan tersebut.
Adapun perubahan direksi Garuda Indonesia ini telah dibahas pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (30/6) kemarin, usulan dari Kementerian BUMN.
Menegaskan hal ini, Pandu Sjahrir selaku Chief Investment Officer Danantara mengatakan jika memberi ruang bagi talenta global pada struktur Garuda Indonesia menjadi hal yang sangat penting. Hal ini demi meningkatkan daya saing Garuda Indonesia di pasar internasional.
Pandu juga menegaskan, investasi yang dilakukan Danantara kepada Garuda Indonesia juga untuk peningkatan produktivitas per kapita, serta memperkuat kualitas SDM lokal, dengan melalui transfer pengetahuan.
Pandu meyakinkan, kehadiran WNA profesional pada direksi Garuda Indonesia merupakan bagian dari strategi mereka agar tak hanya memimpin di dalam negeri, tetapi juga dapat bersaing di level global.
Hal ini sejalan dengan pernyataan CEO Garuda Indonesia Wamildan Tsani, yang mengatakan jika keberhasilan pemulihan Garuda bukan hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada komitmen internal yang kuat, juga didorong oleh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk merombak strategi operasional dan bisnisnya.
Foto : Ilustrasi/Forbes
