Jakarta, GPriority.co.id – BI (Bank Indonesia) belum lama ini mengumumkan targetnya terkait QRIS agar bisa digunakan di China dan Arab Saudi.
Disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, sistem pembayaran digital QRIS telah sukses digunakan di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Ditambah lagi pada 17 Agustus 2025 lalu bisa digunakan di Jepang.
“Kami juga coba di China dan Arab Saudi untuk mendukung juga QRIS bagi jemaah haji dan umroh,” ungkap Perry.
Adapun langkah ini dilakukan BI untuk mendukung digitalisasi ekonomi nasional yang sesuai dengan visi Asta Cita dari pemerintahan Presiden Prabowo.
Nantinya, kerja sama dengan China akan dimanfaatkan untuk memperluas akses pelaku usaha dan wisatawan lintas negara. Sementara integrasi dengan Arab Saudi diarahkan guna mempermudah transaksi keuangan para jemaah umrah dan haji yang berasal dari Indonesia.
Keuntungan dari perluasan QRIS ke China dan Arab Saudi ini diantaranya meliputi kemudahan transaksi real-time, penghematan biaya konversi mata uang, serta keamanan melalui enkripsi aplikasi.
Menurut laporan, sampai saat ini terdapat 57 juta pengguna QRIS dan 39,3 juta merchant di Indonesia yang juga menggunakannya dan 93,16 persen diantaranya merupakan UMKM.
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard saat ini dinilai telah menjadi tulang punggung ekonomi digital. Dengan menggunakan QRIS, penggunanya cukup memindai kode QR pada pedagang yang menggunakan sistem pembayaran tersebut, kemudian langsung diproses dalam mata uang lokal mereka.
Selain itu pihak BI menyebut jika langkah ini menjadi pendukung peta jalan G20 tentang peningkatan pembayaran lintas negara, juga mempromosikan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan global. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi digital Indonesia dan mendukung inklusi keuangan di tingkat internasional.
Sementara itu, implementasi QRIS di China dan Arab Saudi nantinya diharapkan dapat semakin meningkatkan pariwisata serta perdagangan lintas negara. Selain itu juga dapat memperkuat posisi Indonesia pada ekosistem pembayaran global.
