Jakarta, GPriority.co.id – Gerakan Tepuk Sakinah yang dibuat oleh bimbingan perkawinan (Bimwin) Kementerian Agama (Kemenag) tengah viral dijagat maya tanah air.
Gerakan ini dinilai unik, menyenangkan, dan sarat pesan moral tentang cara membangun keluarga yang harmonis.
Formatnya menggabungkan tepuk tangan dengan syair sederhana, sehingga mudah diingat oleh para peserta.
Awal mula gerakan Tepuk Sakinah muncul dari video unggahan di akun instagram @kua_menteng, pada 20 Desember 2024 lalu. Namun, baru viral beberapa hari terakhir ini.
Berikut Lirik Tepuk Sakinah
Berpasangan
Berpasangan
Berpasangan
(tepuk tangan 3 kali)
Janji kokoh
Janji kokoh
Janji kokoh
(tepuk tangan 3 kali)
Saling cinta
Saling hormat
Saling jaga
Saling ridho
Musyawarah
untuk sakinah
(ulangi dari awal satu kali lagi)
Berpasangan
Berpasangan
Berpasangan
(tepuk tangan 3 kali)
Janji kokoh
Janji kokoh
Janji kokoh
(tepuk tangan 3 kali)
Saling cinta
Saling hormat
Saling jaga
Saling ridho
Musyawarah
untuk sakinah
(ulangi lagi)
Saling cinta
Saling hormat
Saling jaga
Saling ridho
Musyawarah
untuk Sakinah.
Menanggapinya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa Tepuk Sakinah merupakan inovasi kreatif Kemenag agar nilai-nilai keluarga sakinah lebih mudah dipahami dan diingat oleh calon pengantin (catin).
“Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat dan suasana pembekalan menjadi lebih hidup,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/9).
Dia menjelaskan, terdapat lima pilar keluarga sakinah yang diajarkan dalam Tepuk Sakinah yaknai Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh), Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik), Musyawarah, serta Taradhin (saling ridha).
Dengan format yel-yel, lanjut dia, nilai-nilai ini diharapkan lebih mudah diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Abu Rokhmad mengatakan, gerakan tepuk tangan dalam Tepuk Sakinah bukan sekadar seremonial. Menurutnya, pesan yang dibangun agar pasangan mampu mencairkan suasana ketika terjadi konflik dengan kembali mengingat esensi keluarga sakinah.
Abu Rokhmad menilai, fondasi keluarga sakinah mencakup prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesalingan.
“Program Bimwin ini bertujuan menyiapkan catin membentuk keluarga yang kuat, menurunkan angka perceraian, dan meningkatkan kualitas rumah tangga,” pungkas Abu Rokhmad .
Pewarta : Fifi Abdurahman
