Jakarta, GPriority.co.id – Pada peringatan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta, Minggu (5/10) kemarin, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai mengenakan seragam baru Pakaian Dinas Lapangan (PDL), sebagaimana terlihat dari YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, keputusan penggantian corak pada PDL baru TNI tersebut telah ditetapkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Ia menuturkan, warga sage green dipilih karena dianggap paling sesuai dengan karakter vegetasi Indonesia. Selain itu, warna tersebut juga dinilai memberikan tampilan yang lebih modern dan profesional untuk para prajurit, usai melewati kajian lebih lanjut.
“Pastinya akan memberi rasa kebanggaan kepada para prajurit,” ujar Freddy sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA.
Lebih lanjut Freddy menjelaskan jika corak baru tersebut bukan hanya dipilih setelah melewati kajian dari sisi fungsi tempur, melainkan juga dari segi kenyamanan serta tampilan para prajurit TNI.
Menurutnya, warna sage green mampu menyamarkan prajurit TNI di berbagai kondisi medan serta dapat meningkatkan rasa kebangaan dan militansi. Sebagai informasi, dalam gladi bersih HUT TNI di Monas sebelumnya, sejumlah pejabat termasuk para kepala dinas penerangan dari ketiga matra, terlihat mengenakan seragam baru tersebut.
PDL baru TNI ini menandakan dimulainya era baru identitas visual TNI di lapangan, dengan meninggalkan seragam loreng malvinas. Jika ditarik mundur, PDL TNI dengan loreng malvinas sendiri pertama kali digunakan pada tahun 1982. Desain PDL TNI dengan corak tersebut memiliki blok besar dengan warna kombinasi hijau tua, cokelat, serta krem, dan dianggap sesuai guna penyamaran di medan tropis wilayah Indonesia.
Loreng malvinas melambangkan keberanian, ketegasan, serta kemampuan TNI untuk bertempur di segala medan perang. “Malvinas” sendiri berasal dari konflik Perang Malvinas atau Falklands War antara Inggris dan Argentina, yang terjadi pada 2 April 1982 silam, dan terjadi sekitar 2 bulan lamanya.
