Jakarta, GPriority.co.id – Perceraian pasangan selebritis Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa mengejutkan publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah saat keduanya mengakui sering pisah ranjang.
Dalam salah satu episode pada program PodHub di saluran YouTube Deddy Corbuzier, Sabrina mengakui jika suaminya sering tertidur di lantai bawah rumah mereka karena kekelahan setelah seharian bekerja. Sabrina pun mengaku kerap kesal ketika sang suami tak menemaninya tidur.
Bahkan karena sering terjadi, Sabrina mengakui jika momen ini telah menjadi kebiasaan hingga dirinya semakin nyaman tidur sendiri.
“Pas dia tidur bareng gue kayak ‘aduh berisik nggak bisa tidur. Lumayan (sering) ya,” sebut Sabrina dalam podcast yang tayang pada 6 Oktober 2025 lalu.
Menurut sebuah penelitian di Taiwan, sering pisah ranjang dengan pasangan ternyata dapat mempengaruhi psikologis. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal BMC Public Health. Para peneliti melibatkan 860 pasangan di Taiwan Utara untuk menyelidiki hubungan antara psikologis dan kebiasaan tidur dengan pasangan.
Dengan melihat dari karakteristik masing-masing pasangan, kesejahteraan psikologis diukur berdasarkan kebahagiaan dan kepuasan hidup dengan menggunakan metode statistik terperinci. Hasilnya, pasangan yang sering pisah ranjang ditemukan memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih buruk dibandingkan dengan pasangan yang selalu tidur bersama.
Bahkan para peneliti menekankan pentingnya tidur bersama pasangan untuk menciptakan kesejahteraan psikologis. Walaupun ada juga pasangan yang memilih untuk tidur terpisah karena susah tidur atau takut mengganggu pasangan karena dengkuran keras.
“Bagi sebagian orang, berbagi tempat tidur menumbuhkan kedekatan dan rasa aman. Namun bagi yang lain, terutama jika terdapat gangguan tidur atau kebiasaan yang tidak cocok, pisah ranjang bisa menjadi pilihan yang bijaksana dan bermanfaat bagi kesehatan, asalkan pasangan mencapai keputusan ini melalui komunikasi yang terbuka dan jujur,” jelas Wendy Troxel, Ph.D., ilmuwan senior di RAND Corporation.
Troxel menekankan, kedekatan fisik dengan pasangan seperti berpelukan, dapat bermanfaat bagi kesehatan mental. Tidur bersama dan berpelukan dengan pasangan dapat memicu pelepasan oksitosin yang dianggap sebagai hormon cinta. Selain itu juga dapat menurunkan hormon stres dan meningkatkan perasaan aman yang dapat membantu mengatur emosi dan kualitas tidur.
