New York, GPriority.co.id – Wali Kota New York Zohran Mamdani yang baru saja terpilih beberapa waktu lalu, kini mendesak pengikutnya untuk memboikot kedai kopi terbesar di dunia, Starbucks.
Dilansir dari laporan NY Post pada Sabtu (15/11), desakan boikot Starbucks datang dari Mamdani usai Serikat Pekerja Starbucks melakukan mogok kerja akibat praktik dan kontrak kerja yang tidak adil.
“Selama para pekerja mogok (kerja), saya tidak akan membeli Starbucks apa pun, dan saya mengajak Anda untuk bergabung,” tulis Mamdani di akun X-nya pada Kamis (13/11) malam.
Dalam postingan tersebut Mamdani menegaskan, “Bersama-sama kita kirim pesan yang kuat: Tidak ada kontrak, tidak ada kopi.”
Perlu diketahui, karyawan Starbucks di lebih dari 25 kota di AS melakukan aksi mogok pada hari Kamis (13/11) lalu bertepatan dengan “Red Cup Day” atau “Hari Gelas Merah”. Di momen tersebut, para karyawan membagikan gelas bertema liburan gratis kepada para pelanggan. Pada momen “Red Cup Day” penjualan kopi lebih tinggi daripada hari-hari biasanya.
9.000 dari 200.000 barista yang tergabung dalam jaringan Serikat Pekerja Starbucks menyebut kedai kopi terkenal itu tidak mau bernegosiasi, hingga mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih luas jika tidak ada kesepakatan untuk kontrak kerja yang lebih adil.
Dari pihak Starbucks melakukan pembelaan dan menyebut serikat pekerjanya mengajukan proposal kontrak yang tidak masuk akal. Pihak Starbucks menyebut, mereka sudah memberikan pekerjaan terbaik dengan gaji rata-rata USD19 per jam bahkan menyentuh USD30 per jam jika ditambah tunjangan.
Sebagai informasi, aksi mogok kerja ini menjadi yang keempat kali dilakukan oleh Serikat Pekerja Starbucks sejak 2023 lalu dan menjadi yang ketiga kali sejak Brian Niccol menjadi CEO Starbucks pada 2024.
Di sisi lain, Workers United telah mengajukan lebih dari 1.000 tuntutan terhadap Starbucks atas dugaan praktik perburuhan yang tidak adil kepada Dewan Hubungan Perburuhan Nasional AS.
Dewan tersebut juga menuduh Starbucks melakukan taktik anti-serikat dengan menutup gerai dan memecat pekerja yang ikut mogok kerja, namun dengan cepat dibantah oleh Starbucks.
