Jakarta, GPriority.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan korban meninggal sementara akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan Aceh sebanyak 1.016 jiwa.
Secara rinci, korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan jumlah 424 jiwa, kemudian Sumut mencapai 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam seminggu terakhir, korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, dengan rincian Provinsi Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa dan Sumatra Barat 14 jiwa.
Sementara itu, jumlah korban hilang mengalami penurunan signifikan. Data korban hilang berkurang dari 217 orang menjadi 212 orang, seiring ditemukannya korban serta hasil verifikasi ulang berbasis kecamatan oleh pemerintah daerah dalam sepekan terakhir.
“Proses pendataan di lapangan sangat dinamis. Ada kasus tertentu di mana jasad yang ditemukan ternyata merupakan warga yang telah meninggal sebelum bencana terjadi. Setelah diverifikasi, data tersebut langsung disesuaikan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers di Banda Aceh, Minggu (14/12).
Abdul mengatakan memastikan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) di tiga provinsi tersebut belum berhenti.
Menurutnya, operasi SAR disesuaikan dengan laporan terbaru di masing-masing daerah. Setiap informasi dari masyarakat menjadi dasar penting dalam menentukan lokasi dan strategi pencarian.
“Operasi SAR kami sesuaikan dengan data korban hilang yang dilaporkan di masing-masing kabupaten dan kota,” tuturnya.
Langkah ini diambil setelah koordinasi intensif antara BNPB dan Basarnas, dengan mempertimbangkan dinamika kondisi di lapangan yang terus berubah. Meski di beberapa wilayah laporan korban hilang sudah nihil, tim SAR tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan korban ditemukan di wilayah administratif lain yang berdekatan.
Dalam hal ini, pemerintah menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban dan menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan operasi SAR hingga seluruh laporan korban hilang tertangani dengan baik.
