Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, tidak memberikan jawaban secara gamblang saat ditanya mengenai kapan waktu bergabungnya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sebagai kader PSI.
Ia hanya menegaskan bahwa pernyataan Jokowi dalam Kongres PSI pada Juli 2025 lalu sudah cukup jelas menunjukkan komitmennya untuk membesarkan partai berlambang gajah tersebut.
“Disaat kongres PSI kemarin, Pak Jokowi dalam pidatonya sudah menyampaikan komitmennya untuk berjuang berjuang, membesarkan, membantu Partai Solidaritas Indonesia,” kata Ahmad Ali usai Rapat Koordinasi Wilayah PSI se-DKI Jakarta di Jakarta, Minggu (14/12).
“Saya pikir itu adalah pernyataan yang cukup,” tambahnya.
Menurut Ahmad Ali, pernyataan tersebut sudah cukup menjadi penegasan sikap Jokowi, meski belum disampaikan secara formal sebagai kader partai.
Ahmad Ali juga menyampaikan harapannya agar Jokowi ke depan dapat bergabung secara terbuka dengan PSI, bahkan menempati posisi strategis sebagai Ketua Dewan Pembina.
“Apalagi kalau masuk sebagai kader secara terbuka, apalagi kalau kemudian masuk sebagai Ketua Dewan Pembina, umpanya. Kan begitu,” pungkas Ahmad Ali.
Diketahui, hingga saat ini Jokowi belum mengumumkan bergabung dengan partai politik mana pun, termasuk PSI, setelah sebelumnya dipecat dari PDI Perjuangan karena perbedaan sikap pada Pemilu 2024 lalu.
Meski demikian, desas-desus mengenai kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI terus menguat. Hal itu tidak lepas dari fakta bahwa putra bungsunya, Kaesang Pangarep, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia.
