5 Perawatan Kulit Paling Ekstrem yang Mulai Terlupakan

Perawatan kulit dengan menggunakan sperma ikan salmon menjadi salah satu perawatan favorit influencer Kim Kardashian/Foto : Dok. The Aesthetic Studio Perawatan kulit dengan menggunakan sperma ikan salmon menjadi salah satu perawatan favorit influencer Kim Kardashian/Foto : Dok. The Aesthetic Studio

Jakarta, GPriority.co.id – Untuk mendapatkan kulit yang tampak lebih muda, banyak orang rela melakukan berbagai perawatan kulit meski ekstrem sekaligus.

Di berbagai belahan dunia, setidaknya ada 5 perawatan kulit paling ekstrem yang sayangnya mulai terlupakan saat ini. Apa saja dan bagaimana cara kerja perawatan kulit tersebut? berikut ini daftarnya.

1. Menggunakan kotoran burung

Perawatan kulit ini disebut sangat digemari oleh aktor awet muda Tom Cruise dan pasangan David Beckham dan Victoria Beckham. Perawatan ini menggunakan bubuk kotoran burung (di Jepang disebut uguisu no fun), yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu.

Menurut Dr. Melissa Kanchanapoomi Levin, seorang dokter kulit bersertifikat dan pendiri Entiere Dermatology, metode perawatan kulti ini telah digunakan sejak abad ke-18 di Jepang.

“Para geisha dan aktor kabuki di abad ke-18 menggunakan kotoran burung bulbul untuk menghapus riasan tebal mereka dan memutihkan wajah mereka. Kotoran tersebut ditemukan memiliki kadar urea yang tinggi secara alami, yang membantu mempertahankan kelembapan kulit. Sementara kandungan lainnya seperti guanin dan asam amino, memberikan kualitas bercahaya pada kulit dan melawan kerusakan akibat sinar matahari,” jelas Melissa dikutip dari laporan NY Post.

Selain itu, menurut orang-orang yang pernah melakukannya, perawatan wajah dengan kotoran burung diklaim dapat membersihkan jerawat, mengecilkan pori-pori, serta menghaluskan kulit.

2. Menggunakan plasenta domba

Sebagai bahan pokok dalam pengobatan tradisional, ekstrak plasenta domba (SPE) dikenal karena khasiatnya dalam penyembuhan luka, antioksidan, dan anti-inflamasi. Meski mulai dilupakan, namun belakangan ini plasenta domba banyak digunakan dalam produk perawatan wajah dan kecantikan.

Metode perawatan kulit ini diklaim kaya akan protein dan merangsang produksi kolagen, sehingga mencerahkan dan mengencangkan kulit, serta membantu mengatasi kerusakan kulit akibat sinar matahari.

3. Menggunakan darah sendiri

Perawatan kulit kontroversial ini dikembangkan oleh dokter ortopedi Jerman, Barbara Sturm. Dirinya melibatkan pengambilan darah dari lengan dan memutarnya dalam sentrifugasi untuk memisahkan plasma kaya trombosit, kemudian menyebarkan lapisan tersebut ke wajah, menggunakan jarum untuk menyuntikannya lebih dalam ke kulit.

Perawatan wajah ini semakin dikenal setelah Kim Kardashian mengunggah foto di Instagramnya dan menunjukkan jika dirinya sedang melakukan ‘perawatan vampir’ tersebut.

Meskipun perawatan wajah vampir aman jika dilakukan oleh ahli berlisensi, namun penanganan jarum yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi HIV.

4. Menggunakan sperma salmon

Selain menjalankan perawatan vampir, Kim Kardashian menjalankan metode perawatan kulit dengan sperma salmon untuk meremajakan kulitnya. Dengan menggunakan sperma salmon, dipercaya dapat merangsang produksi kolagen, meningkatkan pergantian sel, serta memperbaiki pigmentasi dan peradangan. Bahkan, aktris papan atas Jennifer Aniston pun juga menggemari perawatan ini.

DNA salmon konon mampu meregenerasi sel-sel kulit dan membantu mengobati bekas jerawat, mengencangkan pori-pori, mencerahkan warna kulit, hingga menghaluskan tekstur kulit. Hal ini didukung oleh sebuah penelitian di tahun 2017 yang menemukan bahwa sperma salmon membantu memperbaiki kerusakan sel, mempercepat penyembuhan luka, serta mengurangi peradangan.

Sementara pada tahun 2010, penelitian dalam International Journal of Cosmetic Science menemukan bahwa DNA dalam sperma salmon mengandung kadar air yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan elastisitas kulit, kadar kolagen yang lebih kuat, serta meningkatkan produksi asam hialuronat.

5. Menggunakan darah menstruasi

Meski terdengar menjijikan, perawatan wajah ini menjadi tren di media sosial dalam beberapa tahun terakhir. Mereka yang menjalankan perawatan ini menyebut darah menstruasi mengandung sel punca, sitokin, serta protein yang dapat merevitalisasi kulit dan memberikannya kilau ekstra.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Federasi Perhimpunan Biologi Eksperimental Amerika (FASEB) pun menemukan bahwa luka yang diobati dengan plasma menstruasi sembuh 100 persen dalam waktu 24 jam, dibandingkan dengan menggunakan plasma darah biasa yang hanya menyembukan 40 persen.

Sementara itu, sel punca yang berasal dari darah menstruasi, atau MenSCs, terbukti meningkatkan penyembuhan kulit dengan meningkatkan produksi kolagen, mengurangi kerutan, dan memperbaiki kualitas kulit.