Amerika dan Israel Masif Jalankan Propaganda Soal Iran

Teheran, Gpriority.co.id – Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel tengah masif menjalankan propagandanya terkait kondisi Iran. Ini tak lebih sama seperti narasi pemerintahan narkoba yang dibangun Trump untuk Venezuela.

Dikabarkan oleh media barat bahkan tanah air jika demontrasi besar-besaran terjadi di 21 provinsi di Iran hingga Teheran yang menyebabkan shutdown internet dan lumpuhnya aktivitas, dengan dukungan dari oposisi seperti Reza Pahlavi.

Terkait itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Ali-Akbar Pourjamshidian menyebut aksi ini dipicu oleh “rekayasa musuh Iran” sejak 2022. Pemerintah menuding dukungan publik AS-Israel, termasuk pernyataan Kemlu Israel bahwa warga “muak” dengan rezim dan ancaman Trump soal intervensi, sebagai upaya memprovokasi kerusuhan.

Upaya provokasi yang diprediksi berujung aneksasi sudah menjadi rahasia global dan biasa dilakukan AS dan Israel. Sama halnya dengan narasi Trump yang menggambarkan Maduro sebagai “pemimpin teroris” dari Cartel de los Soles, dengan sanksi minyak, blokade tanker, dan serangan CIA ke fasilitas daratan sebagai “perang melawan narkoba,” meski bukti intelijen AS diragukan.

Belakangan Presiden Venezuela Nicholas Maduro menyebut kampanye AS sebagai “fake news” dan tak lain sebagai upaya mencuri minyak, dengan penahanan warga AS ganda sebagai balasan terhadap eskalasi militer.

Apa yang disebut propaganda demontrasi di Iran dibenarkan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Iran bernama Ismail Amin Pasannai. Ismail melalui laman media sosialnya kerap membagikan kehidupan sehari-harinya di Iran.

Menurutnya apa yang digambarkan media barat dan tanah air terkait adanya demontrasi besar-besaran dan krisis keamanan serta ekonomi di Iran tak lain adalah upaya propaganda AS dan Israel. Ismail menjelaskan, kehidupan berjalan sangat normal di Iran beberapa pekan ini.

Masyarakat Iran masih bisa bekerja, berdagang, bersekolah dan aktivitas normal lainnya. Demontrasi sebagai sarana penyampaian pendapat di muka umum memang terjadi, namun tidak sebesar dan mengkhawatirkan seperti digambatkan media barat dan tanah air.

Bahkan krisis air yang diberitakan media barat dan tanah air juga tidak terjadi di Iran. Demontrasi anti pemerintah, sebut Ismail, hanya dilakukan segelintir orang dan tak ada pengaruh apapun bagi publik Iran. Sebaliknya mayoritas masyarakat Iran malah sangat mendukung pemerintah. Seperti konsolidasi dan dukungan masyarakat Iran yang dilakukan di ruang publik dengan membawa bendera Iran dan spanduk anti AS serta Israel. Sayangnya konsolidasi dan dukungan itu tidak diberitakan media barat dan tanah air.

Ismail berpesan agar masyarakat dunia dan tanah air pintar-pintar memilah informasi yang disampaikan media barat. Saat ini, jelasnya, banyak narasi soal Iran yang berseliweran cenderung hoax dan menggunakan teknologi AI. Hal itu, ungkapnya kerap dilakukan musuh Iran seperti AS dan Israel. Ismail sendiri kerap membagikan informasi soal Iran di laman media sosialnya seperti tiktok dan youtube (@ismailaminpasannai) atau facebook (@ismail07amin).

Foto : Ismail Amin FB