Bupati Aceh Tamiang Laporkan Kondisi Kerusakan Fatal PDAM ke Prabowo

Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Armia Pahmi menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat langsung di lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir Aceh Tamiang, di Desa Simpang 4 Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Foto: zulfitra/gpriority.co.id Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Armia Pahmi menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat langsung di lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban banjir Aceh Tamiang, di Desa Simpang 4 Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis (1/1). Foto: zulfitra/gpriority.co.id

Aceh, GPriority.co.id – Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Armia Pahmi mengaku hingga saat ini pihaknya masih mengalami kendala dalam penyaluran air bersih ke Desa-desa di seluruh kecamatan di kabupaten itu pasca bencana banjir siklon tropis hidrometeorologi akhir 2025 lalu.

Pasalnya, kata Armia, pasca banjir kondisi perusahaan daerah air minum (PDAM) Tirta Tamiang milik daerah itu mengalami rusak berat, sehingga suplai air bersih untuk masyarakat menjadi terkendala.

Hal itu dikatakan, Armia Pahmi kepada Presiden Prabowo Subianto saat rapat langsung di lokasi pembangunan hunian sementara (Huntara) korban banjir Aceh Tamiang di Kampung Simpang 4 Upah, Kecamatan Karang Baru, Kamis (1/1).

“Saat ini dalam tahap perbaikan. Dan sudah dibantu dua genset dari BNPB untuk membantu memperkuat arus listrik disana,” kata Armia Pahmi kepada Presiden.

Lebih lanjut Armia mengungkap, jika saat ini baru dua dari 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah mendapatkan suplai air bersih.

“Kecamatan Kota Kualasimpang dan Kecamatan Karang Baru,” katanya.

Selanjutnya, kedepannya dari kementerian pekerjaan umum (PU), kata Armia, akan membantu untuk membangun tiga di kecamatan ini untuk memperbaharui dan membambantu meningkatkan infrastruktur yang ada disana.

“Mudah-mudahan ini dapat membantu aliran untuk PDAM tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya untuk kebutuhan air bersih disana selama ini, Armia mengaku, pemerintah Aceh Tamiang dibantu pihak TNI dan Polri membuat sumur bor dari tanah.

“Alhamdulillah sudah banyak kami dapatkan. Kemudian ada juga bantuan tangki-tangki air ke desa-desa,” katanya.

Tak hanya itu, pada kesempatan itu terlihat Bupati Aceh Tamiang juga meminta bantuan kepada Presiden Prabowo untuk kebutuhan lain, seperti hunian tetap (huntap) untuk korban banjir.

Menurutnya, berdasarkan data laporan dari masing-masing kepala desa di Aceh Tamiang, setidaknya ada sebanyak 37.888 unit rumah yang hilang akibat banjir, dan 4.839 unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat.

Untuk itu, kepada Presiden Armia meminta pembangunan untuk hunian tetap terhadap korban banjir sebanyak 42.727 unit rumah.

“Kami berterimakasih karena telah dibantu oleh Danantara untuk huntara sebanyak 600 unit rumah. Nanti ada tambahan lagi untuk huntap dan juga yang lainnya,” ujarnya.

Armia juga meminta bantuan pangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Kata dia, hal ini penting karena untuk kelangsungan masyarakat Aceh Tamiang, dengan total jumlah penduduk saat ini sebanyak 313.245 jiwa.

Ia mengaku jika pihaknya bersama bappenas telah menghitung dan menginput terkait kebutuhan apa saja yang diperlukan masyarakat selama enam bulan kedepannya, diantaranya beras, telur, minyak goreng, dan gula.

“Jadi kami nanti akan membuat surat resmi nanti kepada menteri terkait untuk bisa kami dipenuhi untuk enam bulan kedepan,” ujarnya.

Alasan meminta beberapa kebutuhan itu, Armia mengungkap, dikarenakan kondisi perekonomian masyarakat di Aceh Tamiang saat ini masih sangat terasa berat yang membuat mereka saat ini sangat kesulitan untuk bangkit.

“Terutama menjelang bulan ramadan dan hari raya idulfitri,” kata Armia Pahmi.

Tak cukup sampai disitu, Bupati Aceh Tamiang juga meminta bantuan jatah hidup atau bantuan langsung tunai (BLT) korban banjir ke presiden kepada sebanyak 111.570 kepala keluarga (KK).

“Kalau diperkenankan masing-masing bisa dapat Rp. 1.000.000 selama satu tahun, pak presiden. Jadi ini bisa juga meringankan beban kami” ujar Armia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto akan melakukan penghitungan terlebih dahulu terkait seluruh permintaan yang telah disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.

“Baik terima kasih. Nanti kita, kita perhitungkan dan integrasikan dengan data yang lain semua ya, supaya tepat, tepat sasaran dan serbaguna,” ujar Presiden Prabowo Subianto.