Anggota DPR Tak Terima Masyarakat Beralih ke SPBU Swasta

Anggota DPR Tak Terima Masyarakat Beralih ke SPBU Swasta Anggota DPR Tak Terima Masyarakat Beralih ke SPBU Swasta

Jakarta, GPriority.co.id – Usai ramai kasus ‘Pertamax Oplosan’ dan terlihat masyarakat semakin banyak yang beralih ke SPBU swasta, anggota Komisi XII DPR RI Mukhtarudin, mengaku tak terima.

Dilansir dari ANTARA, anggota DPR tersebut juga mendorong pembenahan Pertamina dengan menekankan transparansi agar negara tidak merugi. Selain itu, Mukhtardin meminta kepada pihak PT Pertamina Patra Niaga untuk memberikan penjelasan terkait isu pengoplosan BBM RON 92.

Hal ini Mukhtarudin perlu dilakukan, agar kepercayaan publik tidak menurun dan masyarakat tetap memilih SPBU Pertamina. Disisi lain, Mukhtarudin turut mengapresiasi langkah cepat dari Kementerian ESDM yang membentuk tim pengujian BBM.

Langkah ini diambil sebagai upaya manajemen Pertamina untuk melakukan uji sampel dan perbaikan tata kelola niaga BBM. Di samping itu, Mukhtarudin juga menegaskan bahwa reformasi menyeluruh diperlukan agar kasus serupa tidak terulang pada masa depan.

Mukhtarudin pun menyoroti narasi yang berkembang di publik terkait skandal korupsi BBM yang ikut menyeret nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dirinya menegaskan jika Bahlil baru menjabat pada Agustus 2024, sementara kasus korupsi terjadi pada 2018–2023. Menurutnya, tanggung jawab lebih tepat diarahkan ke menteri sebelumnya.

Ia pun melaporkan jika saat ini Menteri Bahlil sedang melakukan pembersihan tata kelola impor BBM. Baginya, kasus ini merupakan momentum penting bagi pihak Pertamina untuk dapat mengevaluasi dan memperbaiki sistem bisnisnya. Selain itu, sebagai langkah tepat untuk Pertamina dalam mengembalikan pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan mandat konstitusi yang berlaku.

Tak Tinggalkan SPBU Pertamina

 Sebelumnya, pihak Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, meminta masyarakat agar tetap menggunakan produk Pertamina, ditengah kasus ‘Pertamax Oplosan’ serta korupsi tata kelola minyak yang masih diusut.

“Kami imbau jangan tinggalkan Pertamina karena kita harus tetap mencintai produk kita sendiri,” ucap Febrie.

Febrie mengatakan, produk BBM Pertamina termasuk Pertamax, sudah diuji dengan baik serta memenuhi standar kualitas yang ada.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. ANTARA