Anies Berlakukan Status DKI Jakarta Menjadi Tanggap Darurat Bencana Covid-19

Jakarta,Gpriority-Pemerintah provinsi DKI Jakarta menyampaikan data bahwa saat ini terdapat sebanyak 224 kasus positif Covid-19 dan 20 kasus meninggal dunia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hal ini menunjukan penularan virus corona yang semakin cepat. Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, saat ini status DKI Jakarta menjadi tanggap darurat bencada Covid-19.

Anies menyebut seruan DKI Jakarta nomor 6 tahun 2020 tentang perusahan dan seluruh perkantoran, untuk menghentikan sementara kegiatan perkantoran dikantornya, dan melakukan kegiatan tersebut di rumah. Kemudian bagi perusahaan yang tidak bisa menutup kantornya diminta untuk mengurangi aktifitas hingga batas minimal, baik jumlah karyawan, waktu, maupun fasilitas operasionanalnya serta mendorong karyawannya untuk bekerja dirumah


“Ini statusnya seruan tapi menegaskan, bahwa seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu dihentikan menutup fasilitas operasional dan tidak melakukan kegiatan di perkantoran tapi melakukan kegiatan di rumah. bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total maka diminta untuk mengurangi kegiatan tersebut sampai batas paling minimal,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat Jum’at (20/03/20).


Anies menghimbau kepada seluruh perusahan untuk memperhatikan himbauan dari menteri tenaga kerja tentang perlindungan pekerja dan buruh, serta kelangsungan usaha dalam rangka pencegahan Covid-19.

Anies juga berharap hal ini dapat ditaati oleh dunia usaha di Jakarta, dan juga mendukung social distancing untuk mengurangi potensi penularan virus corona.(Dwi)

Related posts