Apakah Sehat Mengonsumsi Makanan Fermentasi di Malam Hari? Ini Faktanya!

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Stanford.edu

Jakarta, Gpriority.co.id – Makanan fermentas sudah dikenal di seluruh dunia, di mana dikenal dapat meningkatkan pencernaan hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

Sebuah studi tahun 2022 dari APC Microbiome Irlandia menunjukkan, mengonsumsi banyak makanan fermentasi dan serat setiap hari memiliki efek menurunkan stres.

Tapi, bolehkah mengonsumsi makanan berfementasi ketika di malam hari? Ahli Kesehatan Usus Dr. Dimple Jangda mengungkap fakta ini.

Makanan fermentasi merupakan proses alami di mana mikroogranisme seperti ragi, jamur, dan bakteri memecah gula dan pati dalam makanan. Mikroorganisme ini memakan gula dan pati yang menghasilkan berbagai produk seperti asam atau gas.

Produksi sampingan ini menyebabkan banyak perubahan komposisi makanan, mengubah rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi. Umumnya, makanan fermentasi dianggap sehat karena mengandung probiotik yang mendukung mikrobioma usus yang seimbang.

Bolehkah konsumsi makanan fermentasi malam hari?

Sebagaimana yang dikutip dari HealthShots, Dr. Jangda mengatakan lewat postingannya bahwa mengonsumsi makanan fermentasi paling baik di pagi atau sore hari.

Selain itu, hindari minum larut malam karena dapat menyebabkan gejala dehidrasi. Ketika bakteri dalam makanan fermentasi bersentuhan dengan perut, ini menyebabkan rasa panas yang berlipat ganda. Tentunya, dampak lain juga memengaruhi siklus tidur seseorang.

Untuk mencegah potensi ketidaknyamanan saat tidur, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan fermentasi dalam jumlah yang banyak sebelum tidur.