Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2019

Jakarta,Gpriority-Dalam rangka mengapresiasi lembaga litbang, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional mengadakan Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2019 pada Senin, 2/12/19 di Auditorium Bj. Habibie, Gedung BPPT II.

Apresiasi ini diberikan kepada Litbang, baik dalam lingkup lembaga litbang pemerintah pusat (kementerian dan non kementerian), lembaga litbang daerah, dan lembaga litbang industri yang telah berkinerja unggul, inovatif, dan berdaya saing serta lembaga litbang yang telah terakreditasi KNAPPP .

Ajang ini juga dimaksudkan sebagai laporan kepada publik atas kinerja Direktorat Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam melakukan pembinaan terhadap lembaga litbang sekaligus menjadi wahana untuk mengakselerasi kinerja lembaga litbang di Indonesia.

Tidak hanya memberikan apresiasi lembaga litbang, kegiatan ini diawali dengan deklarasi pusat unggulan dan IPTEK tahun 2019, penganugerahan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Berkinerja Utama Tahun 2019, penyerahan sertifikat akreditasi KNAPPP, apresiasi lembaga litbang industri inovatif tahun 2019, dan juga terdapat gelar produk dan PUI Corner.

Plt. Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Pendidikan Tinggi memberikan laporan mengenai lembaga litbang 2019. “Tahun ini akan mewisuda 18 unggulan. Sampai tahun 2019 sudah ada 823 paten penelitian, 2442 publikasi internasional dan 2999 publikasi nasional,” ujar Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng. SC

Kepala KKP memberikan testimoni terhadap kegiatan Litbang yang sudah berjalan sampai sejauh ini. Dengan adanya UI dari Litbang, pihaknya merasa sangat dimudahkan karena dapat berkolaborasi dengan banyak pihak.

“Sejak kenal UI kita bisa akreditasi. Ini semua berkat dukungan riset. Salah satu yg berharga dan kami rasakan manfaatnya, kita bisa berkolaborasi ke sesama lembaga UI,” ujar Andi Indra Jaya, M.Sc, Kepala Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan- KKP (Peraih Prayogasala 2019)

Sedangkan menurut Raymond R Tjandrawinata, PhD, Dsc, MBA, FRSC, pihaknya sedang mengembangkan dan berkerja sama dengan banyak pihak supaya Indonesia tidak bergantung dengan obat impor.

“Industri harus melakukan penelitian berbagai macam agar kita bisa mandiri dalam hal Indonesia. Supaya kita tidak bergantung pada obat impor,” ujar Direktur Innovation and Scientific Development PT. Dexa (Peraih IIRDI Award 2019). (Mila/GP)

Related posts