Diseminasi Hasil Sidang Komite Sektoral Terkait JSC EEE

Jakarta,Gpriority-Peluang dan tantangan implementasi keberterimaan sertifikat dan hasil uji produk listrik dan peralatan elektronik di Asean merupakan tema yang diangkat oleh Direktorat Standarisasi dan pengendalian mutu Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) dalam acara diseminasi hasil sidang Komite Sektoral Bersama terkait Peralatan Listrik dan Elektronik (Joint Sector Committee for Electrical and Electronic Equipment/JSC EEE) guna menyongsong Persetujuan ASEAN Mengenai Harmonisasi Tata Cara Pengaturan Peralatan Listrik dan Elektronika Tentang Regulasi Peralatan Listrik dan Elektronik (ASEAN Harmonized Electrical and Electronic Equipment Regulatory Regime/AHEEERR) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada Selasa (3/12/2019).

Dirjen PKTN, Veri Anggrijono saat membuka acara mengatakan, diseminasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan guna mengetahui kesepakatan apa saja yang telah dicapai dalam JSC EEE di ASEAN dalam mengimplementasikan persetujuan AHEEERR. Persetujuan tersebut akan berlaku pada 1 Januari 2020

” Pada pertemuan ini, saya berharap peserta dapat memberikan usul usul yang membangun sehingga hasil uji ini bisa diterima di negara lainnya.Sebagaimana diketahui, ASEAN comunicity mampu mempengaruhi kenaikan perdagangan antara negara ASEAN,” tutur Veri.

Veri juga mengatakan, untuk menjamin produk yang masuk ke pasar domestik diperlukan pengawasan yang ketat. Namun tetap dipermudah. “Untuk itulah mohon dengan sangat kemudahan ini jangan disalahgunakan dan dimanfaatkan oleh pengusaha yang tidak mengikuti peraturan yang berlaku,” ujar Veri.

Terkait dengan  J SC EEE. Veri mengatakan di dalam forum tersebut telah disepakati harmonisasi standar terkait kelestrikan. Saat ini Indonesia baru menstandarisasi 26 persen dari 190 standar. Untuk itulah Indonesia harus mengejar kekurangannya minimal 80 persen.

Dalam implementasi skema keberterimaan tersebut, pada saat ini Indonesia memiliki 4 Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan 6 laboratorium uji yang telah terdaftar di ASEAN, yaitu: 1. LSPro TUV Rheinland Indonesia 2. LSPro TUV Nord Indonesia 3. LSPro Sucofindo International Certification Services (SICS) 4. LSPro PPMB [sedang dalam proses perpanjangan pendaftaran di LPK ASEAN] 5. Laboratorium PT. Hartono Istana Teknologi 6. Laboratorium Balai Pengujian Mutu Barang (BPMB) 7. Laboratorium PT. Sucofindo Laboratory 8. Laboratorium PT. Qualis Indonesia 9. Laboratorium PT UL International Indonesia 10. Laboratorium Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) [sedang dalam proses perpanjangan pendaftaran di LPK ASEAN]

“Hasil dari uji langsung diterima oleh Asean,  sehingga Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi industri listrik Indonesia,” ucap Veri.

Di akhir sambutan,  Veri mengatakan,  Pemerintah juga akan mempercepat hal hal yang terkait dengan ekspor. Sehingga perekonomian bisa semakin meningkat.(Hs.Foto:Hs)

Related posts