ASEAN AIPF: Bisnis Startup Perlu Didukung Melalui Inovasi

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Kemlu.go.id

Jakarta, GPriority.co.id— Potensi bisns startup digital di ASEAN dapat menembus USD 1 trilyun di tahun 2030. Untuk mencapai tersebut, bisnis startup perlu didukung dan didorong melalui inovasi dan fasilitasi kolaborasi baik di kawasan ASEAN maupun Indo-Pasifik.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam pidato pembukaannya pada kegiatan ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) Startup Connect di Jakarta, Selasa (5/9).

Sebanyak 52 startup di bidang usaha finansial, UMKM, rantai pasok, dan ekonomi kreatif dari tujuh negara ASEAN (Indonesia, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam), serta 21 corporate partners dari tiga negara (Indonesia, Jepang, Singapura) turut menghadiri kegiatan APF Startup Connect.

“Para startup dan corporate partners mengikuti acara business matching secara marathon sejak hari ini hingga esok hari,” ujar Faizasyah yang dilansir dari Kemlu.go.id.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ASEAN terus menelurkan startup yang sukses hingga berkelas unicorn bahkan decacorn.

Di samping itu, Vice President for Asia Pacific Google, Michaela Browning, menyampaikan keyakinannya bahwa pengembangan startup di ASEAN akan terus berkembang pesat.

Hal ini dikarenakan kuatnya adopsi teknologi oleh masyarakat ASEAN dan talenta muda yang terus bermunculan.

Sesi diskusi panel tersebut telah dibahas mengenai tantangan serta peluang dalam upaya meningkatkan daya saing startup ASEAN, khususnya menyikapi perkembangan teknologi digital dan menguatnya isu keberlanjutan.