Beli LPG 3 Kg Kini Wajib Daftar KTP, Cek Cara Daftarnya

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan pembelian LPG bersubsidi 3 kg dengan menggunakan data Kartu Identitas Penduduk (KTP) dimulai 1 Januari 2024. Masyarakat diimbau segera melakukan registrasi ke panggalan resmi sebelum membeli.

”Bagi yang belum terdaftar tidak bisa membeli, kecuali mendaftar dulu, ada proses pendaftaran, mohon Pertamina fasilitasi ini sampai semuanya terdaftar,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, Tutuka AriadjiTutuka kepada awak media di Jakarta, Rabu (3/1).

Tutuka menjelaskan, kewajiban pendaftaran bagi konsumen LPG 3 kg karena mempertimbangkan beberapa hal. Misalnya, mempertimbangkan penjualan LPG non-Public Service Obligation (non-PSO) atau non-subsidi yang semakin lama semakin mengecil, sementara penjualan LPG PSO semakin lama semakin besar.

Berdasarkan paparan Tutuka, dari tahun 2020-2022, realisasi volume LPG PSO terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 4,5%, sedangkan realisasi LPG non PSO rata-rata mengalami penurunan sebesar 10,9%. Adapun untuk tahun ini, pemerintah sendiri telah menyiapkan alokasi sebanyak 8,03 juta metrik ton LPG 3 kg.

“Itu membuat kami semua berpikir keras mengapa ini yang terjadi, karena ini akan mendorong apa yang disebut dengan oplosan di lapangan, untuk itu kami mengupayakan untuk bisa terjadi semaksimal mungkin LPG PSO itu untuk masyarakat, dengan itu konsekuensinya transformasi subsidi ke orang adalah salah satu keharusan,” tuturnya.

Cara daftar LPG 3 kg dengan KTP

Pembelian LPG 3 kg masih bisa dilakukan asalkan masyarakat yang hendak membeli mendaftarkan diri terlebih dahulu dalam sistem yang bisa dilakukan hanya melalui pangkalan resmi LPG 3 kg Pertamina.

Dilansir CNBC Indonesia, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan, bagi masyarakat yang belum mendaftarkan diri bisa langsung datang ke pangkalan resmi LPG 3 kg milik Pertamina untuk mendaftarkan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Hal itu dilakukan agar data bisa dimasukkan melalui alat merchant apps yang hanya dimiliki oleh pangkalan tersebut.

“Jadi untuk yang belum terdaftar bisa datang ke pangkalan/outlet resmi Pertamina di seluruh Indonesia untuk mendaftarkan dirinya. Caranya pun mudah, hanya membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk didaftarkan melalui alat merchant apps yang dimiliki pangkalan/outlet. Jadi caranya sangat mudah, pangkalan yang akan mendaftarkan,” ujar dia dikutip, Kamis (4/1).

Untuk proses verifikasi, Irto mengatakan akan dilakukan oleh Kementerian yang berwenang.

Lebih lanjut, Irto mengatakan bagi masyarakat rumah tangga, data yang dipakai melalui data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK).

Sedangkan untuk pengusaha mikro, data yang akan dipakai melalui data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM). Adapun untuk nelayan dan petani sasaran konversi LPG menggunakan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu, bagi anggota keluarga yang belum mendaftar namun sudah ada salah satu anggota keluarga yang sudah mendaftar maka tidak perlu melakukan pendaftaran untuk bisa membeli LPG 3 kg.

Dengan begitu, masyarakat dan keluarga yang sudah terdaftar bisa melakukan pembelian LPG 3 kg di pangkalan resmi manapun dengan hanya membawa KTP sebagai identitas.

Irto menyebutkan pada tahun 2024, pencatatan pembelian LPG 3 kg menggunakan KTP menjadi hal yang terpenting agar proses pencatatan terlaksana dengan baik.

“Untuk memudahkan masyarakat, di tahun 2024 yang utama adalah tiap transaksi wajib menunjukkan KTP sehingga pencatatan terlaksana dengan baik,” ucapnya.