Belum Ada Kejelasan, 35 Ribu Karyawan Freeport Menunggu Kepastian Vaksinasi

Vice President Bidang Hubungan Pemerintahan Freeport Indonesia, Jonny Lingga mengatakan hingga saat ini PT Freeport Indonesia dan perusahaan swasta lainnya di Indonesia belum mendapatkan kepastian kapan vaksinasi diselenggarakan.

Akibatnya sebanyak 35.000 karyawan beserta keluarga pun meminta kejelasan kepada pemerintah terkait implementasi vaksin covid-19 skema gotong royong.

Jonny menjelaskan sejak Februari lalu manajemen Freeport Indonesia sudah melobi Kementerian Kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya agar secepatnya dapat melakukan vaksinasi kepada 35 ribu orang terdaftar di area kerja di Kabupaten Mimika, Jayapura dan Jakarta.

“Sejak Februari, Freeport sudah menyatakan sikap untuk ikut vaksin gotong-royong, mau biayai sendiri, bahkan kami sudah menyiapkan semua hal yang dipersyaratkan untuk melakukan vaksinasi gotong-royong itu,” katanya dikutip dari Antara, Senin (19/04/22).

Pihaknya juga sudah memesan 70 ribu dosis vaksin untuk karyawan dan keluarga. Jumlah 70 ribu dosis itu dengan asumsi satu orang mendapatkan dua kali suntikan vaksin.

“Kami terus melakukan koordinasi, bahkan sudah mendaftar melalui Kadin (Kamar Dagang dan Industri), tapi sampai sekarang belum juga mendapatkan petunjuk dari pemerintah bagaimana kami bisa mendapatkan vaksin itu,” ujar Jonny.

Karena vaksinasi belum menunjukkan kepastian, dia mengatakan yang bisa dilakukan perusahaan untuk menekan kasus Covid-19 yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk temuan kasus dalam sebulan terakhir ini, dia mengatakan kasus Covid-19 di kalangan karyawan mengalami penurunan, baik di wilayah Tembagapura, Kuala Kencana, dan Pelabuhan Portsite Amamapare.

“Sekarang tingkat kesembuhan pasien covid-19 di area kerja PT Freeport mencapai 97 persen. Sebulan lalu memang sempat naik, namun sudah tertangani. Secara keseluruhan penanganan kasus covid-19 di Kabupaten Mimika juga semakin baik,” ujarnya.

Data terakhir yang diterimanya, kasus aktif di Mimika termasuk di Freeport tersisa sekitar 260-an orang. Tidak ada pasien dirawat di rumah sakit, pasien tanpa gejala dan gejala ringan isolasi di barak di Tembagapura dan Mile 38 atau melakukan isolasi mandiri di rumah. #GP Dwi

Related posts