Jakarta, GPriority.co.id – Program makan bergizi gratis sukses berjalan hingga saat ini, meski penyalurannya masih dilakukan secara bertahap.
Namun dibalik penyaluran program makan bergizi gratis yang terlihat lancar, Ketua DPR RI Puan Maharani, mengungkap banyaknya mitra program makan bergizi gratis yang mundur karena belum menerima pembayaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Puan pun meminta pemerintah segera mengevaluasi dan menyempurnakan program yang baru berjalan sejak awal Januari 2025 agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Puan turut menegaskan, DPR akan terus mengawal evaluasi program ini agar kendala teknis di lapangan dapat diatasi dengan baik.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa mulai Februari 2025, mitra program MBG tidak perlu lagi menggunakan skema reimburse, melainkan akan menerima dana langsung di rekening mereka.
Sebelumnya, para mitra harus menggunakan dana pribadi terlebih dahulu sebelum mendapatkan penggantian dari negara.
Dadan menegaskan bahwa pihaknya telah mulai memproses pembayaran reimburse untuk dua minggu pertama pelaksanaan program MBG.
Makan Bergizi Gratis Telah Disalurkan di 31 Provinsi

Sebagai informasi, dilansir dari Antara, sejak awal pelaksanaannya hingga saat ini, program makan bergizi gratis telah disalurkan ke 31 provinsi di Indonesia, dengan total 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Per Februari ini, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah SPPG sebanyak dua kali lipat.
Adapun, sampai saat ini ada sekitar 468 penyedia layanan makanan yang mendapat pembayaran di muka, untuk kelancaran program makan bergizi gratis di seluruh Indonesia.
Dari awal target 15 juta penerima manfaat di akhir 2025, Presiden Prabowo meminta percepatan dengan target lebih banyak hingga 89 juta penerima manfaat pada September 2025 nanti.
Oleh karenanya, dibutuhkan anggaran hingga Rp100 triliun lagi untuk mengimplementasikannya.
Foto : ANTARA
