Benarkah Sekali Berselingkuh Bakal Jadi Tukang Selingkuh? Begini Kata Ahli!

Jakarta, GPriority.co.id – Apakah kamu pernah mendengar kalimat pepatah ‘sekali berselingkuh, selalu berselingkuh’? Dalam konteks setiap hubungan, ungkapan ini umumnya disampaikan oleh individu yang menjadi korban perselingkuhan dari pasangan mereka.

Banyak yang meyakini bahwa individu yang pernah terlibat perselingkuhan kemungkinan besar akan melakukan hal serupa di masa depan. Oleh karena itu, catatan perselingkuhan dianggap sebagai faktor krusial dalam membentuk hubungan.

Namun, bagaimana jika pasangan justru terlibat dalam perselingkuhan? Beberapa berpendapat bahwa seorang pria yang berselingkuh kemungkinan akan tetap terlibat dalam perilaku tersebut.

Meskipun dimaafkan, ada pandangan bahwa suatu saat dia dapat mengulangi tindakan yang sama berulang kali. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa anggapan ini memiliki dasar yang kuat.

Melansir dari studi terkini yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Archives of Sexual Behaviour’ yang di rangkum oleh GPriority.co.id, menyatakan bahwa individu yang pernah terlibat perselingkuhan dalam hubungan cinta sebelumnya memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk kembali berselingkuh di masa depan. Dengan kata lain, konsep ‘sekali berselingkuh tetap berselingkuh’ dapat dikonfirmasi secara kuat oleh temuan tersebut.

Dalam pembahasan tersebut, studi ini melibatkan sekitar 484 partisipan yang sedang berpacaran atau menikah bertujuan untuk mengamati perilaku mereka dalam suatu hubungan. Mereka diwawancara mengenai apakah pernah terlibat dalam hubungan romantisme dan aktivitas seksual di luar hubungan mereka saat ini.

Dalam hasil penelitian tersebut, individu yang memiliki pengalaman berselingkuh atau menjalani dua hubungan romantis secara bersamaan ternyata memiliki kemungkinan untuk berselingkuh kembali yang tiga kali lebih besar di masa depan.

Menurut psikolog Kristin Davin dan ahli saraf Heidi Moawad, mengatakan tidak semua individu yang pernah berselingkuh akan melakukan tindakan serupa kembali.

Walaupun dalam lingkup psikologi tidak ada istilah resmi, terapis Ainhoa Plata mencatat adanya karakteristik kepribadian tertentu yang dapat membuat beberapa individu memiliki kecenderungan untuk tidak setia. Salah satunya adalah individu dengan gangguan kepribadian narsistik.

Menurut pandangannya, individu narsistik memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan rasa dicintai dan dikagumi. Mereka menikmati tantangan serta terus berupaya membuktikan superioritasnya atas orang lain.

Oleh karena itu, mereka cenderung tertarik pada pengalaman jatuh cinta. Plata menyatakan bahwa individu narsistik merasa lebih mendapatkan pujian dan penghargaan dalam konteks perselingkuhan daripada dalam hubungan yang berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Namun, penilaian terhadap seseorang yang pernah selingkuh tentu tidak mutlak begitu saja. Hal itu tergantung setiap orang. Jika memang pernikahan perlu dipertahankan dan memaafkan ‘dia yang pernah selingkuh’ menjadi pilihan paling baik dan kamu percaya ia tak akan melakukannya lagi.

Foto: Hello Sehat