Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah unggahan dari akun X @dhanssaputra menarik perhatian warganet setelah membahas penelitian psikolog Amerika Serikat, John Gottman, yang diklaim mampu memprediksi apakah sebuah pasangan akan bertahan atau bercerai hanya dengan mengamati cara mereka bertengkar selama sekitar 15 menit.
“Ada peneliti yang bisa memprediksi sebuah pasangan bakal bertahan atau bubar. Akurasinya di risetnya di atas 90%. Dan dia nggak butuh kenal mereka bertahun-tahun. Cukup nonton cara mereka berantem selama 15 menit,” tulisnya.
Pernyataan itu merujuk pada riset panjang John Gottman, profesor emeritus psikologi dari University of Washington dan pendiri The Gottman Institute. Bersama timnya, Gottman mengamati ribuan pasangan selama beberapa dekade untuk mengidentifikasi pola komunikasi yang berkaitan dengan keberlangsungan pernikahan.
Menurut hasil penelitian Gottman, yang menentukan perceraian bukanlah seberapa sering konflik terjadi, melainkan bagaimana pasangan menyelesaikan konflik tersebut.
Gottman menemukan empat pola komunikasi negatif yang dikenal sebagai “The Four Horsemen”, yang terbukti menjadi indikator kuat keretakan hubungan.
Pola pertama adalah criticism (kritik terhadap karakter). Unggahan itu menjelaskan, “‘Aku kesel piring kotor numpuk 3 hari’ itu komplain. Sehat. ‘Kamu tuh emang malas’ itu serangan.” Kritik yang menyerang kepribadian dinilai lebih merusak dibanding mengeluhkan perilaku tertentu.
Pola kedua adalah contempt (merendahkan). Bentuknya dapat berupa tatapan sinis, mengejek, atau sarkasme. Dalam berbagai publikasi Gottman Institute, contempt disebut sebagai prediktor paling kuat terhadap perceraian karena menunjukkan hilangnya rasa hormat dalam hubungan.
Pola ketiga adalah defensiveness, yaitu kebiasaan membela diri dengan menyalahkan pasangan. Sementara pola keempat, stonewalling, terjadi ketika seseorang memilih diam dan menarik diri dari percakapan sehingga komunikasi terputus.
Unggahan @dhanssaputra menggambarkan kondisi tersebut dengan kalimat, “Diem total, fisik ada, hati udah cabut. Dan biasanya empat pola ini muncul berurutan kayak tangga turun.”
Meski demikian, penelitian Gottman juga membawa kabar baik. Keempat pola tersebut dapat dikenali sejak dini dan diperbaiki melalui komunikasi yang lebih sehat, seperti menyampaikan keluhan tanpa menyerang karakter, membangun apresiasi, bertanggung jawab atas kesalahan, serta mengambil jeda saat emosi memuncak sebelum melanjutkan diskusi.
Sebagaimana ditutup dalam unggahan tersebut, “Kabar baiknya: keempatnya bisa dideteksi dan tiap pola ada penawarnya. Kabar kurang enaknya, kebanyakan dari kita ngelakuin minimal satu tanpa sadar.” Temuan ini menjadi pengingat bahwa kualitas komunikasi, bukan banyaknya pertengkaran, merupakan fondasi utama hubungan yang langgeng.
