Jakarta, GPriority.co.id – Di era digital, penggunaan gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa durasi screen time anak yang berlebihan dapat memengaruhi perkembangan otak, kesehatan mental, hingga kemampuan sosial mereka. Karena itu, orang tua perlu memahami batas penggunaan perangkat digital yang sehat sesuai usia anak.
Dilansir dari laporan terbaru WIO News, psikolog klinis anak dari Child Mind Institute, Dr. Cynthia Martin, menjelaskan bahwa layar digital sebenarnya tidak selalu berdampak buruk. Menurutnya, masalah baru muncul ketika penggunaan gawai mulai mengganggu aktivitas penting anak.
Ia mengatakan, “Pada dasarnya, layar menjadi masalah ketika memang sudah menimbulkan masalah.”
Martin menambahkan bahwa tanda penggunaan gawai yang tidak sehat terlihat ketika anak mulai mengabaikan kebersihan diri, aktivitas fisik, tugas sekolah, atau hubungan sosial karena terlalu lama menatap layar.
Sementara itu, psikolog senior Child Mind Institute, Dr. Dave Anderson, menilai perangkat digital juga memiliki manfaat jika digunakan secara tepat. Ia mengatakan, “Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas berbasis layar memiliki manfaat yang nyata bagi anak-anak.”
Menurut Anderson, teknologi dapat membantu anak belajar, menjalin pertemanan, serta mengembangkan minat dan keterampilan tertentu. Namun, manfaat tersebut hanya akan dirasakan apabila penggunaan perangkat tetap seimbang dengan aktivitas di dunia nyata.
Berbagai penelitian juga menemukan bahwa screen time berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, keterlambatan perkembangan bahasa pada anak usia dini, hingga penurunan kemampuan bersosialisasi.
Selain itu, anak yang terlalu lama menggunakan gawai cenderung kurang aktif bergerak sehingga berdampak pada kesehatan fisik mereka.
Para ahli menegaskan bahwa yang terpenting bukan hanya menghitung jumlah jam penggunaan layar, tetapi juga memperhatikan kualitas konten yang dikonsumsi serta keterlibatan orang tua saat anak menggunakan perangkat digital.
Pendampingan orang tua, menetapkan waktu bebas gawai terutama sebelum tidur, serta mendorong anak bermain dan berinteraksi secara langsung dinilai jauh lebih efektif dibanding sekadar melarang penggunaan gadget.
Organisasi profesi kesehatan anak juga merekomendasikan pembatasan screen time sesuai usia. Anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak terpapar layar kecuali untuk panggilan video, sedangkan anak usia 2–5 tahun dianjurkan menggunakan layar tidak lebih dari sekitar satu jam per hari dengan konten yang berkualitas dan edukatif.
Dengan pengawasan yang tepat, perangkat digital dapat menjadi sarana belajar tanpa mengorbankan tumbuh kembang anak.
