Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengonfirmasi pemberian insentif Rp100 ribu bagi guru yang bertugas sebagai penanggung jawab Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, insentif tersebut akan diberikan setiap 10 hari, sebagaimana dilansir dari ANTARA pada Rabu (1/10).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran BGN No. 5 Tahun 2025, tentang Pemberian Insentif bagi Guru Penanggung Jawab Program MBG di Sekolah Penerima Manfaat.
Dalam pernyataannya, Nanik turut menyoroti peran penting guru, yang bukan hanya sebagai mentor bagi siswa, tetapi juga sebagai advokat untuk pola makan sehat dan hidup bersih di lingkungan sekolah.
“Insentif ini bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi guru terhadap keberhasilan program,” jelas Nanik.
Lewat inisiatif tersebut, BGN memiliki tujuan utama untuk memperkuat motivasi guru agar mereka dapat memastikan kelancaran pemberian makan pada Program MBG, sekaligus membantu meningkatkan gizi anak-anak secara keseluruhan.
Sebelumnya, pada Selasa (30/9), Ombudsman RI menemukan dampak positif yang nyata dari program MBG pada sisi kesehatan anak.
“Berdasarkan kerja lapangan, kami menemukan bahwa program ini telah berkontribusi dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Banyak guru melaporkan meningkatnya konsentrasi belajar siswa. Sementara prestasi akademik juga menunjukkan perbaikan,” ungkap Yeka Hendra Fatika, Anggota Ombudsman RI, dalam konferensi pers terkait pelaksanaan MBG.
Di sisi lain, MBG juga memiliki andil dalam meningkatkan lapangan pekerjaan. Yeka mengatakan, jika tata kelola program ini dijalankan dengan benar, maka manfaat program MBG dapat benar-benar dirasakan secara luas dan nyata.
Namun Yeka turut menyoroti isu kurangnya sumber daya manusia dalam pelaksanaan program ini. Menurutnya bukan hanya terkait jumlah, namun juga soal peran, beban kerja, serta mekanisme kompensasi yang adil.
“Sumber daya manusia dapat diperkuat dengan memberikan penghargaan yang layak dan memastikan tugas mereka sesuai dengan kompetensi program MBG. Hal ini dilakukan agar program ini dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga semangat para pelaksana di lapangan,” tegas Yeka.
