Buat Kiper Kewalahan, Bola Adidas Trionda Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026

Bola Adidas Trionda yang jadi sorotan di Piala Dunia 2026 karena desainnya yang dinilai membuat kiper kewalahan/Foto : Dok. Adidas Bola Adidas Trionda yang jadi sorotan di Piala Dunia 2026 karena desainnya yang dinilai membuat kiper kewalahan/Foto : Dok. Adidas

Jakarta, GPriority.co.id – Bola resmi Piala Dunia 2026, Adidas Trionda, tengah menjadi perbincangan hangat setelah sejumlah penjaga gawang kesulitan mengantisipasi arah dan kecepatan bola sepanjang fase grup.

Banyak gol tercipta dari tendangan jarak jauh yang sebenarnya tampak masih berada dalam jangkauan kiper, memunculkan dugaan bahwa karakteristik Trionda menjadi penyebab utama.

Sorotan terhadap Bola Adidas Trionda semakin menguat setelah mantan kiper timnas Inggris, Joe Hart, mengamati pola gol yang berulang selama turnamen. Menurutnya, ada sesuatu yang tidak biasa pada bola tersebut.

“Ada sesuatu yang aneh. Saya melihat terlalu banyak gol dengan pola yang sama,” ujar Hart dikutip dari laporan The Guardian.

Ia menambahkan bahwa para penjaga gawang terlihat kerap salah mengukur kecepatan bola ketika melakukan penyelamatan.

“Bola itu tampaknya tiba lebih cepat daripada yang diperkirakan para kiper,” lanjutnya.

Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil penelitian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Fluids. Tim peneliti dari Korea Selatan dan Jepang menemukan bahwa desain Trionda dengan empat panel serta jahitan yang lebih dalam membuat bola memasuki fenomena aerodinamika yang dikenal sebagai “drag crisis” pada kecepatan yang lebih rendah dibanding bola sepak biasa.

Fenomena drag crisis terjadi ketika aliran udara di sekitar bola berubah dari laminar menjadi turbulen. Perubahan ini secara drastis mengurangi hambatan udara sehingga bola dapat melaju lebih cepat atau berubah karakter lintasannya di tengah perjalanan. Akibatnya, penjaga gawang kesulitan memperkirakan kapan bola akan melambat atau mempercepat lajunya.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa faktor lingkungan seperti ketinggian stadion dan suhu udara dapat memperkuat efek tersebut. Karena Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan kondisi geografis yang sangat beragam, perilaku Trionda diperkirakan tidak selalu konsisten di setiap pertandingan.

Meski demikian, FIFA dan Adidas sebelumnya memperkenalkan Trionda sebagai bola yang memiliki stabilitas lintasan lebih baik dibanding pendahulunya, termasuk Jabulani, bola kontroversial yang digunakan pada Piala Dunia 2010.

Namun, perkembangan di lapangan justru memunculkan perdebatan baru mengenai apakah inovasi tersebut benar-benar mempermudah permainan atau justru menyulitkan para penjaga gawang.

Hingga kini belum ada bukti bahwa Bola Adidas Trionda melanggar standar resmi FIFA. Namun, meningkatnya jumlah gol spektakuler dari luar kotak penalti dan kesalahan antisipasi kiper membuat bola resmi Piala Dunia 2026 itu menjadi salah satu topik paling banyak dibahas sepanjang turnamen.

Banyak yang meyakini para penjaga gawang akan mulai beradaptasi seiring bertambahnya pertandingan, meski kontroversi mengenai karakter Bola Adidas Trionda diperkirakan masih akan terus bergulir.