Cabut Batasan Boikot Israel, Zohran Mamdani Disebut Antisemitisme

Wali kota New York Zohran Mamdani saat dilantik pada Kamis (1/1) lalu/Foto : Dok. NY Gov Wali kota New York Zohran Mamdani saat dilantik pada Kamis (1/1) lalu/Foto : Dok. NY Gov

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani mencabut kebijakan IHRA dan batasan boikot Israel, pihak Israel kini menyebutnya sebagai sosok yang antisemitisme. Dikutip dari The Guardian, pernyataan tersebut dilontarkan pada Jumat (2/1) kemarin.

Laporan menyebut, Mamdani resmi mencabut dua perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh pendahulunya yang membatasi lembaga-lembaga kota untuk memboikot Israel, dan memperluas definisi antisemitisme.

Dalam sebuah unggahan yang bernada tajam di X pada Jumat kemarin, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan Mamdani telah menunjukkan “wajah aslinya” pada hari pertamanya menjabat.

Lebih lanjut Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Zohran Mamdani bukanlah “kepemimpinan” melainkan “bensin antisemitisme di atas api yang menyala.”

Mamdani diketahui menandatangani perintah tersebut (penghapusan definisi antisemitisme IHRA dan mencabut batasan boikot terhadap Israel) hanya beberapa jam setelah dilantik di Balai Kota pada Kamis (1/1).

Ia membatalkan arahan yang diberlakukan oleh mantan wali kota Eric Adams. Arahan tersebut melarang lembaga-lembaga kota untuk terlibat dalam boikot terhadap Israel dan menganggap kritik tertentu terhadap negara Israel sebagai antisemitisme.

“Pada hari pertamanya sebagai Wali Kota New York, Mamdani menunjukkan wajah aslinya: Ia menghapus definisi antisemitisme IHRA dan mencabut pembatasan boikot terhadap Israel. Ini bukan kepemimpinan. Ini adalah bensin antisemitisme di atas api yang menyala,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel di X.

Sebagai balasan, berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, Mamdani membela keputusannya, dengan mengatakan bahwa keputusan itu mencerminkan kekhawatiran yang diangkat oleh berbagai kelompok Yahudi di New York.

Dia juga mencatat bahwa wali kota yang baru menjabat secara rutin diberi pilihan untuk mempertahankan, mengubah, atau mencabut perintah eksekutif yang ada.

“Yang akan kami lakukan adalah benar-benar memenuhi komitmen kami untuk melindungi warga Yahudi New York dengan cara yang benar-benar mampu memenuhi hal itu,” kata Mamdani.