ADL: 20 Persen Tim Transisi Zohran Mamdani Berkaitan dengan Kelompok Anti-Zionis Radikal

Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, dan beberapa anggota tim transisinya/Foto : Dok. AFP via Getty Images Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, dan beberapa anggota tim transisinya/Foto : Dok. AFP via Getty Images

Amerika Serikat, GPriority.co.id – ADL (Anti-Defamation League) dalam laporan yang dirilis pada Senin (22/12) kemarin, membuat pernyataan kontroversial. Mereka menyebut, 20 persen tim transisi Wali Kota New York, Zohran Mamdani, berkaitan dengan kelompok anti-zionis radikal.

Dalam rilisnya, ADL menyebut beberapa aktivis di dalam tim transisi Zohran Mamdani meremehkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel. Menurut ADL, beberapa aktivis juga terlibat dalam perkemahan anti-Israel yang ada di kampus-kampus perguruan tinggi Kota New York, pada musim semi lalu.

Dilansir dari laporan NY Post, ADL menemukan bahwa sekitar 80 dari 400 orang yang ditunjuk untuk menjadi staf di 17 komite transisi Mamdani juga memiliki riwayat terdokuemntasi dalam membuat atau menyebarkan pernyataan anti-zionis atau anti-Israel.

Beberapa dari mereka diketahui memiliki hubungan dengan Nation of Islam dengan pemimpinnya yang anti-Semit, Louis Farrakhan, termasuk Jacques Leandre, anggota Komite Urusan Hukum pemerintahan transisi Zohran Mamdani.

“Penunjukan anggota Komite Transisi oleh Wali Kota terpilih Mamdani tidak konsisten dengan komitmen kampanyenya untuk memprioritaskan keselamatan umat Yahudi New York,” tulis ADL.

“Susunan Komite Transisi ini akan secara langsung memengaruhi kebijakan dan pendekatan pemerintah terhadap masalah komunitas Yahudi. Dan penunjukkan saat ini menimbulkan pertanyaan serius tentang, ‘apakah masalah-masalah tersebut tidak akan terwakili atau ditangani dengan baik?’,” lanjut laporan tersebut.

Menjawab hal ini, Mamdani yang akan mulai menjabat pada 1 Januari mendatang menegaskan, dirinya selalu menyuarakan penentangan terhadap anti-semitisme dan kebencian dalam bentuk apa pun.

Dalam konferensi pers pada Senin kemarin, Mamdani juga bersikeras bahwa dirinya siap melindungi warga Yahudi New York. Ia mengkritik laporan ADL dengan menyamakannya seperti antisemitisme serta kebencian terhadap Israel.

“Saya selalu menyuarakan penentangan terhadap antisemitisme dan kebencian dalam bentuk apa pun, dan telah memperjelas bahwa komitmen yang telah saya buat untuk melindungi warga New York, untuk melindungi warga Yahudi New York, adalah komitmen yang akan saya junjung tinggi sebagai wali kota berikutnya,” tegas Mamdani.

“Kita harus membedakan antara antisemitisme dan kritik terhadap pemerintah Israel. Laporan ADL sering kali mengabaikan perbedaan ini. Dengan demikian, mengalihkan perhatian dari krisis antisemitisme yang sangat nyata yang kita lihat, tidak hanya di kota kita, tetapi juga di seluruh negeri. Ini adalah tim yang terdiri dari lebih 400 warga New York yang telah kami kumpulkan untuk memberi nasihat tentang (tim) transisi ini,” tutupnya.