Catat, Ini Tradisi-Tradisi dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan kebudayaan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Biasanya, perayaan Tahun Baru Imlek dimulai dengan perjamuan makan malam di malam tahun baru dan diikuti dengan sederetan prosesi keagamaan untuk para leluhur yang telah meninggal dunia.

Menurut kalender Gregorian, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Januari sampai 20 Febuari. Melalui perkembangannya dari masa-ke masa terbentuk sejumlah kebiasaaan dan tradisi dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Sebagian besar masih dilakukan hingga saat ini.

Satu hari sebelum pergantian tahun, sangat penting dalam budaya Tiongkok melakukan pemujaan kepada leluhur dengan bersembahyang abu dan sesajen keluarga yang telah meninggal dunia. Selain bersembahyang dan mempersembahkan sesajen, keluarga Tionghoa juga membakar kimci atau uang arwah, rumah-rumahan, mobil-mobilan, dan lainnya untuk bekal para leluhur di alam baka.

Selain bersembahyang, terdapat beberapa tradisi lain yang dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek;

Pertama yakni membersihkan rumah. Menyapu dan membersihkan rumah agar kotoran yang dianggap sebagai simbol kesialan disingkirkan, sehingga tersedia ruang yang cukup untuk menampung keberuntungan. Pada hari pertama Imlek, tidak diperbolehkan menyapu rumah karena akan mengusir keberuntungan yang sudah hadir.

Kedua, wajib memiliki unsur merah, mulai dari pakaian, aksesoris, hiasan rumah dan lainnya. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, warna merah dapat mengusir makhluk jahat.

Ketiga, mempersiapkan berbagai makanan khas Imlek seperti kue keranjang, mie, jeruk mandarin, berbagai jenis kue, dan lainnya.

Keempat, mengunjungi keluarga besar. Imlek menajdi salah satu momen yang tepat untuk mengunjungi saudara agar tali persaudaraan tidak terputus. Tidak heran, jika pada saat Imlek, banyak masyarakat Tionghoa yang merantau, pulang ke kampung halaman untuk berumpul bersama keluarga.

Kelima, petasan dan kembang api. Membakar petasan dan kembang api saat malam pergantian tahun dilakukan untuk mengusir nasib-nasib buruk di tahun sebelumnya dan mengharapkan tahun baru yang lebih baik.

Keenam, pagelaran liong dan barongsai. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, Liong dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian naga dan singa ini dipercaya dapat membawa keberuntungan serta merupakan salah satu cara mengusir roh jahat yang akan mengganggu manusia.

Ketujuh, tradisi yang paling ditunggu-tunggu yakni angpao. Angpao atau amplop merah diisi dengan sejumlah uang di dalamnya. Biasanya diberikan oleh orang yang telah menikah kepada anak-anak atau yang masih lajang. Bagi-bagi angpao dipercaya dapat semakin memerlancar rejeki.

Tidak dapat dipungkiri, tradisi-tradisi tersebut masih menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan ketika perayaan Tahun Baru Imlek tiba. Beberapa bahkan memiliki nilai sejarah serta kebaikan di dalamnya. Terlepas dari tradisi apa yang paling menggambarkan perayaan Tahun Baru Imlek, terpenting adalah bagaimana cara memaknainya. (VIA)

Related posts