Changan Luncurkan Strategi Baterai Sodium-Ion Global, Siap Uji Ekstrem hingga Minus 40 Derajat

Mobil Changan. Foto: istimewa Mobil Changan. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Changan Automobile resmi meluncurkan strategi global baterai sodium-ion dalam acara bertajuk “Changan SDA Intelligence Update & Global Launch of Sodium-Ion Battery Strategy” yang digelar di Yakeshi, Inner Mongolia, Tiongkok, Selasa (18/2).

Dalam kesempatan tersebut, Changan juga mengumumkan dimulainya Global Testing Season 2026, menandai babak baru pengembangan kendaraan listrik berbasis teknologi baterai sodium-ion.

Tan Benhong, Chief Brand Officer China Changan Automobile Group, menegaskan bahwa perusahaan akan segera menghadirkan kendaraan baru dengan baterai sodium-ion di berbagai merek.

“Dari kondisi ekstrem hingga berkendara sehari-hari. Setiap pencarian batas di Changan pada akhirnya bertujuan untuk melindungi seluruh pengguna kami dalam perjalanan sehari-hari,” kata Mr. Tan dalam siaran persnya diterima GPriority, Rabu (18/2).

Baterai sodium-ion yang dikembangkan Changan saat ini tengah menjalani validasi sistematis dalam berbagai kondisi ekstrem untuk memastikan batas kinerja serta keamanan intrinsiknya.

Dalam uji suhu rendah ekstrem, sistem baterai sodium-ion menunjukkan kemampuan pengosongan daya yang stabil hingga di bawah minus 40 derajat Celsius. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan keamanan dan performa baterai di lingkungan bersuhu sangat rendah.

Untuk aspek keamanan, Changan bekerja sama dengan CATL melakukan berbagai uji penyalahgunaan ekstrem yang melampaui standar nasional, termasuk penghancuran multi-sumbu, penetrasi bor, hingga pemotongan total. Hasilnya, tidak ditemukan asap, api, maupun ledakan.

Peluncuran ini juga menampilkan evolusi teknologi keselamatan proaktif berbasis AI melalui SDA Intelligence. Dalam uji coba langsung “Extreme Cold” di Yakeshi, sejumlah kendaraan Changan diuji di permukaan es dan kondisi bersuhu sangat rendah.

AVATR 12 berhasil melakukan perubahan lajur darurat di permukaan es setelah ban meledak, dengan sistem penggerak listrik terdistribusi menjaga trajektori tetap stabil.

Sementara itu, CHANGAN NEVO Q05 mampu mengidentifikasi hambatan di permukaan es bergesekan rendah saat uji Adaptive Cruise Control (ACC) dan melakukan penghentian darurat secara terkendali.

Pengujian dilakukan di lingkungan alami yang tak terduga, berbeda dari simulasi laboratorium konvensional. Pendekatan ini bertujuan memastikan sistem pengemudian cerdas dan kontrol sasis benar-benar andal dalam kondisi nyata.

Untuk mendukung validasi perangkat keras mekanis, Changan membangun Western Automotive Proving Ground dengan luas sekitar 2,33 kilometer persegi dan investasi lebih dari 3 miliar Yuan atau sekitar USD 431 juta.

Fasilitas ini memiliki 14 jalan uji khusus dan lebih dari 70 jenis permukaan jalan, dengan jarak pengujian tahunan melebihi 20 juta kilometer setara mengelilingi bumi sekitar 500 kali.

Selain itu, Changan mengoperasikan Laboratorium Nasional Utama Tiongkok untuk Teknologi Keamanan Kendaraan Cerdas atau CHANGAN SDA Lab yang mencakup lebih dari 400.000 skenario simulasi virtual. Jarak tempuh simulasi mengemudi cerdas harian bahkan melampaui 3,3 juta kilometer.

Yakeshi menjadi titik awal pengujian global 2026. Program ini akan berlanjut ke Asia Tenggara untuk uji daya tahan kelembaban tinggi, Pegunungan Alpen Eropa untuk penyetelan sasis di dataran tinggi, serta pengujian musim dingin di kawasan Eurasia menggunakan AVATR 12.

Di Amerika Latin, Changan akan melakukan perjalanan lintas negara bagian Meksiko dari Cancun ke Merida guna menguji keandalan jarak jauh.

Program pengujian lintas wilayah ini dirancang sebagai siklus validasi global terintegrasi agar teknologi yang diuji di berbagai kondisi ekstrem dapat diandalkan dalam penggunaan sehari-hari di seluruh dunia.

Di Indonesia, distribusi kendaraan listrik Changan akan didukung oleh Indomobil Group.Sebagai salah satu kelompok usaha otomotif terbesar di Tanah Air, Indomobil memiliki lebih dari 300 diler dan 8.000 titik layanan purna jual di seluruh Indonesia.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penetrasi kendaraan listrik Changan di pasar Indonesia, sejalan dengan komitmen elektrifikasi nasional dan pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan.