Daftar Santunan Pemerintah untuk Korban Banjir Sumatra

Foto : Dok. BNPB Foto : Dok. BNPB

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut pemerintah akan memberi santunan kepada seluruh korban banjir dan longsor di wilayah Sumatra.

Dilansir dari laporan ANTARA, santunan ini ditujukan untuk keluarga korban yang meninggal Rp15 juta, serta korban yang mengalami luka berat dengan bantuan Rp5 juta per orang.

Selain berupa uang, Kementerian Sosial (Kemensos) juga mengalokasikan bantuan senilai Rp25 miliar untuk mendirikan dapur umum, pakaian, hingga obat-obatan. Pemerintah pun turut memberi bantuan untuk korban yang rumahnya rusak.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah akan mengganti rumah warga yang rusak akibat bencana banjir di Sumatra dengan nilai rumah rusak ringan (Rp15 juta) dan rumah rusak sedang (Rp30 juta). Sementara untuk rumah rusak berat akan dibangunkan unit rumah baru.

Pemerintah juga memberikan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga setiap bulannya, agar masyarakat dapat menyewa tempat tinggal untuk sementara waktu.

Sebagai informasi, saat ini banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra telah menyebabkan setidaknya 9.400 rumah rusak, serta memakan 753 korban jiwa. Sementara 650 korban masih dinyatakan hilang.

Untuk rumah yang rusak, meliputi rusak berat (3.600 unit), rusak sedang (2.100 unit), serta rusak ringan (3.700 unit). Data CELIOS menyebut, kerugian ekonomi akibat banjir di Pulau Sumatra menyentuh angka Rp6,28 triliun dengan rincian Aceh (Rp2,2 triliun), Sumatera Utara (2,07 triliun), serta Sumatera Barat (Rp2,01 triliun).

Sementara untuk kerugian ekonomi secara nasional mencapai Rp68,67 triliun. Kerugian ini mencakup kerusakan rumah penduduk, kehilangan pendapatan rumah tangga, infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak, serta hilangnya produksi lahan pertanian.

Saat ini pemerintah juga telah menginstruksikan status siaga setelah peringatan yang dikeluarkan BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika) sebelumnya dan menyebut potensi hujan sangat lebat akan berlangsung hingga akhir tahun nanti.

Potensi hujan lebat tersebut mengancam sejumlah wilayah di Indonesia, terutama pada daerah-daerah yang rawan banjir dan longsor. Masyarakat pun kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau peringatan cuaca, serta bersiap mengamankan diri apabila curah hujan ekstrem nantinya terjadi.

“BMKG sudah sampaikan ada potensi hujan lebat, bahkan sangat lebat sampai akhir tahun ini, termasuk di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Dan kami telah mewaspadai dan mempersiapkan sedini mungkin untuk mengurangi risiko semaksimal mungkin,” ujar Menko PMK Pratikno, dikutip dari ANTARA.