Disinyalir Penyebab Terjadinya Banjir, Pj Bupati Aceh Tamiang Ajak Dinas LH Bersihkan Drainase Sumbat di Kota Kualasimpang

Penulis : Zulfitra | Editor : Dimas A Putra | Foto : Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra tinjau pembersihan drainase sumbat di Kota Kualasimpang penyebab banjir (Zulfitra/Gpriority.co.id)

Aceh, GPriority.co.id – Banjir yang kerap terjadi ketika turun hujan deras di seputaran Jalan KS Tubun, Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang disebabkan drainase di daerah itu tersumbat oleh sampah.

Akibatnya, genangan air pun kerap meluap ke jalan di wilayah itu yang membuat warga disekitar merasa resah.

Menanggapi permasalahan tersebut, Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syurya Lutfhi melakukan gotong royong membersihkan saluran Parit di jalan KS Tubun.

Penarikan sampah di dalam Parit menggunakan ban mobil bekas dan ditarik oleh mubil dump truck dikarenakan pengendapan sampah yang sudah sangat tebal.

Foto Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra tinjau pembersihan drainase sumbat di Kota Kualasimpang penyebab banjir

“Tadi kita sudah mengorek secara manual, ternyata endapan sampah sudah sangat tebal sehingga air tidak mengalir,” kata Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra. Jumat, 5/1/2024.

Selanjutnya, Asra mengarahkan petugas DLH menggunakan ban mobil yang diikat ke truk sampah. Ban mobil yang sudah diposisikan di dalam parit, truk perlahan maju hingga menarik seluruh endapan sampah dan lumpur.

Asra memastikan gotong royong ini menjadi agenda rutin dalam menciptakan keindahan kota.

Sebelumnya, kata dia, gotong royong diarahkan di Jalan DI Panjaitan, Kota Kualasimpang.

“Di jalan DI Panjaitan sudah beres. Kami akan rutin melakukan kegiatan ini dan ini akan menjadi agenda prioritas kami,” katanya.

Asra menambahkan, tumpukan sampah di saluran ini akibat pembuangan sampah yang tidak terkontrol. Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungann masing-masing, sehingga ancaman banjir bisa diminimalisir.

“Percuma saja kalau kita rutin membersihkan ini, tapi cara membuang sampahnya tidak terkontrol. Harusnya ditumbuhkan kesadaran di diri masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Kadis LH Aceh Tamiang, Syurya Lutfhi menambahkan sejumah kawasan di Kota Kualasimpang rentan tergenang banjir akibat saluran air tidak lancar.

DLH sendiri diakuinya telah memotivasi masyarakat untuk membuang sampah secara disiplin dengan meluncurkan program Bank Sampah.

“Petugas kita setiap harinya memilah sampah yang bisa diganti dengan uang, harapan kami ini menjadi motivasi masyarakat untuk mengontrol sampah rumah tangga,” kata Syurya.

Program yang sudah berjalan lebih tiga bulan ini diakuinya sudah menggandeng pihak Kampung untuk mendata sekaligus menyosialisasikan Bank Sampah.

“Setelah didata, dua pekan kemudian nilai sampah itu kami bayarkan kepada pemiliknya,” ujarnya.

Foto: Zulfitra