Jakarta, GPriority.co.id – Siapa sangka, di Amerika Serikat saat ini sedang tren donor sperma. Bahkan 1 tabungnya dihargai hingga Rp12,4 juta!
Sontak, donor sperma di Amerika Serikat menjadi tren unik yang menawarkan peluang finansial besar.
Mengutip The New York Times, satu tabung sperma dapat dihargai hingga $900 (sekitar Rp12,4 juta), dan seorang pria dapat menghasilkan hingga $1.500 (sekitar Rp21 juta) dari dua hingga tiga botol kecil sperma dalam satu kali donasi.
Namun, untuk menjadi donor, diperlukan sejumlah syarat ketat, seperti kesehatan prima, tinggi badan dan berat badan ideal, serta riwayat kesehatan keluarga yang bersih untuk mencegah risiko penyakit genetik.
Proses donasi melibatkan penyimpanan sperma hingga enam bulan dan pengujian ketat untuk memastikan kualitas serta keamanan dari penyakit menular.

Meski memberikan manfaat finansial bagi donor dan menjadi solusi penting bagi pasangan dengan masalah kesuburan, praktik ini juga memunculkan perdebatan etika, privasi, dan dampak jangka panjang.
Kendati demikian, donor sperma tetap menjadi fenomena medis dan sosial yang menarik perhatian dunia.
Kriteria Pendonor Sperma
Meski menggiurkan, namun bagi pria yang tertarik untuk mendonorkan spermanya, harus memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan.
Diantaranya, harus bebas dari penyakit turun-temurun, dan memiliki tingkat kesehatan yang baik, memiliki tinggi dan berat badan yang ideal, serta memiliki riwayat kesehatan yang baik.
Selain itu, donor sperma juga memerlukan waktu yang panjang. Sperma yang telah diambil, akan disimpan di dalam lemari pendingin khusus selama 6 bulan lamanya.

Spema juga akan dilakukan pengujian untuk mencegah penyebaran penyakit menular atau virus berbahaya.
Barulah, setelah lulus uji coba, donor bisa digunakan untuk wanita yang membutuhkannya.
Meski menimbulkan banyak perdebatan, namun tren donor sperma dinilai cukup menguntungkan bagi pasangan yang memiliki masalah pada reproduksi atau kesuburan.
Selain itu, sperma yang dihargai cukup mahal juga menguntungkan bagi para pendonor.
Apakah anda tertarik mengikuti tren donor sperma ini?
Foto : US Fertility
