Dorong Pemerintahan Transparan dan Akuntabel Lewat OGP

Jakarta, GPriority.co.id –Pemerintah terus memperkuat implementasi Open Government Partnership di Indonesia. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

“Ke depan, OGP harus semakin berperan dalam memastikan bahwa reformasi birokrasi yang kita lakukan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri PANRB Rini Widyantini dalam pertemuan dengan jajaran perwakilan organisasi masyarakat sipil (CSO) OGP Indonesia, di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (12/3).

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, Kementerian PANRB memandang perlu adanya strategi yang terstruktur dalam mengutamakan prinsip Open Government Partnership setiap kementerian/lembaga.

“OGP merupakan alat strategis yang mempermudah kerja sama antar Kementerian, serta memastikan sinergi pemerintah dengan masyarakat. Namun, untuk mencapai hasil optimal, diperlukan mekanisme tata kelola yang lebih kuat. Sehingga kita dapat mewujudkan upaya reformasi tematik yang melibatkan baik sektor privat maupun masyarakat sipil,” ujar Menteri Rini.

Selain itu, Rini juga menyoroti bagaimana transformasi digital dapat mendorong keterbukaan pemerintahan. bahwa digitalisasi bukan sekadar menyediakan layanan berbasis teknologi, tetapi juga harus didukung oleh tata kelola yang solid.

“Pemerintah telah membangun INA Digital, sebagai penyelenggara yang mengintegrasikan layanan pemerintah, dalam mendorong transformasi digital pemerintah dan keterpaduan layanan digital, untuk mempermudah masyarakat. Jadi tidak boleh ada lagi proses berbelit meskipun sudah memanfaatkan teknologi,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto menambahkan rencana aksi Open Government Partnership yang telah berjalan perlu terus diperkuat dan dikembangkan agar semakin relevan dengan program prioritas pemerintah.

“Rencana aksi OGP harus lebih adaptif terhadap program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis. Informasi berupa masukan dari masyarakat, yang dihimpun CSO OGP, sangat dibutuhkan untuk terus memperbaiki kinerja pemerintah,” ujar Wamen Purwadi.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian PANRB juga memberikan sejumlah saran bagi penguatan Open Government Partnership di Indonesia, seperti penguatan regulasi untuk mendukung keberlanjutan program Open Government Partnership, serta peningkatan mekanisme pemantauan serta evaluasi keterbukaan pemerintahan.

“Kami berharap program OGP semakin selaras dengan agenda reformasi birokrasi, sehingga tata kelola pemerintahan menjadi lebih sederhana dan efisien. Ini bukan hanya tentang sinergi antar kementerian, tetapi juga tentang bagaimana kita benar-benar memperbaiki layanan publik hingga ke tingkat yang paling teknis,” ucap Rini.

Editor: Novita Intan

Foto: Humas PANRB