Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar rencana menghadirkan 10 universitas asal Inggris ke Indonesia tidak menjadi pesaing yang mematikan bagi kampus-kampus dalam negeri, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS).
Menurutnya, banyak PTS saat ini berada dalam kondisi sulit. Tidak sedikit kampus swasta yang berjuang keras mendapatkan mahasiswa baru di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan. Banyak kampus swasta yang mati-matian mencari mahasiswa, bahkan kesulitan memenuhi kuota,” kata Gus Hilman, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Selasa (3/2).
Ia menilai, salah satu faktor yang memperberat kondisi PTS adalah kebijakan perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuka kampus di berbagai daerah dengan kuota penerimaan mahasiswa yang besar.
“PTN membuka kampus di daerah-daerah dengan kuota yang sangat besar. Akibatnya, banyak calon mahasiswa tersedot ke kampus negeri, dan ini berdampak langsung pada keberlangsungan kampus swasta,” jelasnya.
Karena itu, Gus Hilman meminta pemerintah memastikan kebijakan menghadirkan kampus asing benar-benar bersifat komplementer, bukan kompetitif secara destruktif.
“Jangan sampai niat baik memajukan pendidikan justru menimbulkan ketimpangan baru dan mengorbankan perguruan tinggi nasional yang selama ini juga berkontribusi besar bagi pendidikan bangsa,” tutur Gus Hilman.
Ia juga mendorong pemerintah menyiapkan regulasi yang kuat, jelas, dan adil bagi 10 kampus asal Inggris tersebut.
“Regulasi harus disiapkan dengan matang. Jangan sampai kampus asing hadir tanpa aturan yang jelas, lalu mengambil ceruk mahasiswa yang selama ini menjadi napas hidup perguruan tinggi nasional, terutama PTS,” tegasnya.
Meski demikian, Gus Hilman tetap menyampaikan apresiasi terhadap langkah Prabowo yang dinilainya bertujuan memajukan kualitas pendidikan nasional.
“Secara prinsip, niat Presiden tentu sangat baik, yakni untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa, 20 Januari 2026.
