Dukung Digitalisasi, Kalteng Resmikan Sejumlah Aplikasi

Penulis : Ponco | Editor : Dimas A Putra | Foto : Istemewa

Palangka Raya, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) meluncurkan Aplikasi Ketahanan Ekonomi, Aplikasi Kerawanan Sosial, Aplikasi Tata Kelola Pendaftaran/Pelaporan Ormas, dan Sistem Informasi Hitung Pemilu-Pilkada 2024 atau Sistem Informasi Suara Kalimantan Tengah Semakin BERKAH (SI SUKAH). Hal ini untuk mewujudkan Visi dan Misi Pemprov Kalteng) dalam hal digital Pemerintahan atau e-government.

Peluncuran sejumlah aplikasi tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nuryakin, yang mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Acara launching atau peluncuran sejumlah aplikasi tersebut digelar di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalteng, Kota Palangka Raya, pada Kamis (28/12).

Nuryakin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terciptanya aplikasi-aplikasi yang dikembangkan Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng ini.

“Penggunaan aplikasi-aplikasi ini tentu diharapkan sangat membantu peningkatan kinerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menyelesaikan pekerjaan. Upaya ini juga untuk mengembangkan penyelenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik,” ujarnya dilansir laman Pemprov Kalteng.

Pada kesempatan yang sama Nuryakin juga mengukuhkan Komunitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Antinarkotika Provinsi Kalteng. Pengukuhan komunitas ini dilakukan dalam rangka mendukung Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pemprov Kalteng.

Langkah ini menurutnya dilaksanakan sebagai bukti komitmen nyata Pemprov Kalteng untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan Narkotika di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila, Tanah Berkah.

Nuryakin yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas ASN Anti Narkotika Provinsi Kalteng berharap Komunitas ASN Anti Narkotika Provinsi Kalimantan Tengah dapat menjadi unsur pelaksana yang memberikan pemahaman serta role model (teladan) dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, baik di lingkungan kehidupan sosial masyarakat maupun lingkungan kerja.